LENSAPOST.NET – Pelaksana Tugas (Plat) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Dr.Ir. Azanuddin Kurnia menerima penghargaan bergengsi dari Serambi Awards 2026 dalam kategori Penggagas pemanfaatan lumpur sawah menjadi batu bata.
Kegiatan tersebut mengusung tema ” Gebrakan Sang Pemimpin,” yang dilaksanakan di gedung AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala, Sabtu 29 Agustus 2026 malam yang berlangsung dengan meriah.
Kemudian dari 75 tokoh dan lembaga yang menerima penghargaan tersebut.Tak luput dari pandangan mata , yaitu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Dr.Ir.Azanuddin juga ikut menerima penghargaan bergengsi tersebut. Azanuddin mendapatkan penghargaan dengan kategori Penggagas Pemanfaatan lumpur sawah menjadi batu bata.
Azanuddin Kurnia dianggap memiliki kontribusi penting dalam melakukan pemulihan sawah pasca bencana baik pada kategori sawah rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat. Sedangkan untuk rusak ringan dan sedang insyallah ditangani langsung pada tahun ini dan diharapkan akhir tahun bisa selesai semua sekitar 40.852 hektare.
Azanuddin Kurnia mengaku merasa bersyukur atas penghargaan ini dan mengucapkan terima kasih kepada Gubernur, Wakil Gubernur,Sekda Aceh,staf distanbun Aceh dan seluruh pihak yang sudah berkolaborasi selama ini dan untuk kedepannya.
“Terkhusus kepada serambi Indonesia saya tidak menyangka akan mendapatkan penghargaan ini. Ini adalah Anugerah sang pencipta, apa yang saya lakukan adalah berusaha sesuai dengan arahan pimpinan untuk mempercepat pemulihan Aceh pasca bencana khususnya pada sektor pertanian dan perkebunan,” kata Azanuddin saat dikonfirmasi wartawan, Minggu 30 Agustus 2026.
Sebelumnya bahwa Azanuddin Kurnia sering memberikan masukan untuk proses penanganan sawah rusak berat melalui empat skema atau strategi, pertama lumpur di sawah dimanfaatkan sebagai bahan galian C untuk berbagi proyek pemerintah ataupun lainnya, kedua dengan menanam tanaman muda yang sesuai dengan kondisi lahan, seperti bawang merah, cabai merah, jagung,ubi kayu, sayuran ataupun tanaman lain yang disukai oleh petani dan masyarakat.
Ketiga, dengan menjadikan material tersebut menjadi bahan baku untuk bata ringan atau bata merah, berkolaborasi dengan forum zakat, Brin, Nurul Hayat dan USK tentunya perlu terus ditingkatkan dalam bentuk yang lebih luas dan terkahir melakukan rehab sawah rusak berat untuk mengembalikan seperti sawah sebelum bencana. []












