LENSAPOST.NET – Misbahul Munir alias Rahul resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum Partai Nanggroe Aceh (PNA) dalam Kongres II PNA 2026. Dalam pernyataannya, Rahul membuka dengan ucapan syukur serta menyampaikan terima kasih kepada para pengurus DPW tingkat kabupaten/kota yang telah memberikan dukungan hingga proses pendaftaran berjalan lancar.
Rahul menegaskan, kondisi PNA saat ini membutuhkan kebersamaan dan dukungan kuat dari seluruh elemen partai. Ia menilai, partai sedang menghadapi tantangan serius dalam kancah politik Aceh.
“Kalau tidak ada kebersamaan, sulit bagi kita melakukan perubahan besar. Bahkan untuk merubah nama atau lambang partai saja akan terkendala aturan jika dukungan tidak kuat,” ujarnya, Senin 3 Agustus 2026 kepada waratwan.
Hingga proses pendaftaran, Rahul mengaku telah mengantongi dukungan dari 18 kabupaten/kota, sekaligus memenuhi syarat minimal 30 persen dukungan wilayah sebagaimana ketentuan panitia. Selain itu, seluruh persyaratan administrasi termasuk kontribusi pendaftaran juga telah diselesaikan.
Adapun wilayah yang telah memberikan dukungan meliputi kawasan Pantai Timur seperti Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, dan Bireuen. Dari wilayah tengah, dukungan datang dari Bener Meriah, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah.
Sementara dari wilayah Barat Selatan, dukungan diberikan oleh Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh Selatan, Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, hingga Simeulue. Selain itu, Aceh Besar juga masuk dalam daftar wilayah pendukung.
Rahul menyebutkan, tim pemenangan masih terus melakukan komunikasi intensif untuk menambah dukungan dari daerah lainnya.
Dalam visi dan misinya, Rahul menyoroti pentingnya membenahi krisis kepercayaan publik terhadap PNA serta menyatukan kembali kekuatan internal partai yang sempat terpecah akibat konflik sebelumnya.
Ia menargetkan PNA dapat lolos verifikasi faktual dengan memenuhi syarat minimal kehadiran di 18 kabupaten/kota agar bisa kembali menjadi peserta pemilu.
Selain itu, ia juga berkomitmen memperkuat konsolidasi internal melalui musyawarah bersama seluruh DPW, serta merangkul kembali tokoh-tokoh partai guna memperkuat barisan ke depan.
“Yang paling penting adalah mengembalikan kepercayaan rakyat dan menyatukan kembali keluarga besar PNA,” tutupnya.












