Bhayangkara FC Taklukkan PSIM 1-0, Moussa Sidibe Jadi Penentu

Bhayangkara Presisi Lampung FC

LENSAPOST.NET — Bhayangkara Presisi Lampung FC mengamankan tiga poin setelah menundukkan PSIM Yogyakarta dengan skor 1-0 pada pekan keenam BRI Super League 2026/2027 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Selasa (20/10) malam.

Pertandingan berlangsung ketat sejak awal.

PSIM harus bermain dengan 10 pemain setelah gelandang Ze Valente menerima kartu merah langsung pada menit ke-26 akibat pelanggaran keras terhadap pemain tuan rumah, Wahyu Subo Seto, yang mengalami cedera.

Unggul jumlah pemain, Bhayangkara FC kemudian mendominasi penguasaan bola hingga 71 persen.

Gol kemenangan The Guardians of Saburai tercipta pada menit ke-59 melalui winger Moussa Sidibe.

Ia berhasil membobol gawang Cahya Supriadi setelah memaksimalkan umpan lambung dari bek kiri Firza Andika.

Gol tersebut sekaligus memastikan kemenangan 1-0 bagi tuan rumah hingga pertandingan berakhir.

Pelatih Bhayangkara FC, Oscar Bruzon, mengaku khawatir terhadap kondisi Subo Seto setelah insiden yang melibatkan Ze Valente.

“Saya rasa Ze Valente tidak berniat melakukan hal ini, tetapi ini adalah insiden 50-50 di mana pemain kami mengalami cedera kepala. Saya harap dia baik-baik saja,” ujar Bruzon.

Pelatih asal Spanyol itu mengakui timnya sempat kesulitan mengendalikan permainan pada 15 menit pertama.

Namun, Bhayangkara perlahan mampu menguasai lini tengah dan menciptakan sejumlah peluang.

Menurut Bruzon, kartu merah Ze Valente mengubah jalannya pertandingan, sementara PSIM bertahan rapat dengan formasi 4-4-1 sehingga tuan rumah kesulitan mencetak gol pada babak pertama.

Memasuki babak kedua, Bhayangkara memaksimalkan serangan melalui bek sayap dan winger hingga akhirnya mencetak gol kemenangan.

Meski meraih kemenangan kandang kedua secara beruntun dan memperpanjang rekor tak terkalahkan dengan koleksi 10 poin, Bruzon belum sepenuhnya puas dengan efektivitas penyelesaian akhir timnya.

“Sekali lagi, saya tidak bisa sepenuhnya senang dengan efektivitas tim karena kami menciptakan banyak peluang, tetapi jika bukan karena membentur mistar, blok, atau aksi penyelamatan, selalu ada hal yang membuat kami gagal mencetak gol lebih cepat,” katanya.

Ia menegaskan timnya akan terus berupaya meningkatkan ketajaman di depan gawang.