Berita  

Malam Ini, Abi Jakfar Lhok Nibong Isi Manakib Abu Lamkawe pada Haul Ke-2 di Dayah Baldatul Mubarakah Pidie

LENSAPOST.NET I PIDIE– Abi Jakfar, Wakil Pimpinan Dayah Darul Huda Lhok Nibong sekaligus alumni Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga, mengisi pembacaan manakib Tgk. H. Ishak Ahmad atau yang dikenal dengan Abu Lamkawe pada peringatan Haul Ke-2 Abu Lamkawe dan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Dayah Baldatul Mubarakah Al-Aziziyah, Gampong Kandang, Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, Aceh, Kamis (15/10/2026).

 

Tgk Edi Kurniawan,SH Ketua panitia mengatakan pembacaan manakib dijadwalkan setelah shalat Isya berjamaah malam Jum’at,(15/10) di halaman komplek dayah tersebut dmenjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan untuk mengenang perjalanan hidup, perjuangan dakwah, serta keteladanan Abu Lamkawe sebagai salah seorang ulama kharismatik Aceh.

“Kegiatan tersebut juga mempertemukan ulama, pimpinan dayah, santri, alumni, dan masyarakat dalam suasana silaturahmi sekaligus memperkuat tradisi keagamaan yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Aceh, ” ujarnya.

Pria yang pernah menjadi supir pribadi Allahyarham Abu Lamkawe itu menjelaskan bahwa penyelenggaraan haul dan maulid merupakan bagian dari upaya menjaga tradisi keagamaan serta mengenang jasa para ulama.

“Peringatan tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal perjuangan ulama dan mengambil pelajaran dari pengabdian mereka kepada umat, ” ulasnya.

Abi Jakfar Bacakan Manakib Abu Lamkawe

Pimpinan Dayah Baldatul Mubarakah Al-Aziziyah, Abati Muhammad Yusuf, turut menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Peringatan haul menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pimpinan dayah, alumni, santri, dan masyarakat sekaligus menjaga kesinambungan tradisi keilmuan.

Menurut Abati Muhammad Yusuf mengatakan, penentuan pengisi manakib dilakukan melalui musyawarah dengan mempertimbangkan sosok ulama senior yang memiliki hubungan dengan tradisi keilmuan dayah

“Abi Jakfar dipercaya membacakan manakib Abu Lamkawe berdasarkan hasil musyawarah. Sebagai ulama yang memiliki hubungan dengan tradisi pendidikan dayah, kehadirannya menjadi bagian dari upaya meneruskan ingatan kolektif tentang perjuangan ulama kepada generasi berikutnya, “sambungnya.

Dalam tradisi dayah menurut mahasiswa program magister UNISAI Samalanga itu mengatakan bahwa manakib merupakan sarana untuk mengenalkan riwayat hidup, perjuangan, dan pengabdian seorang tokoh. Pembacaan tersebut tidak hanya berorientasi pada pengenangan sejarah, tetapi juga mengandung pesan pendidikan tentang keikhlasan, istiqamah, penghormatan kepada guru, serta tanggung jawab dalam menyebarkan ilmu agama.

“Melalui kegiatan ini, jamaah diharapkan dapat mengambil pelajaran dari keteladanan Abu Lamkawe dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, ” paparnya.

Dayah Jaga Warisan Keilmuan Ulama

Pembina Yayasan, Abiya Tgk. M. Indra Nurullah, M.A., juga mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Kebersamaan antara pengurus yayasan, pimpinan dayah, panitia, ulama, alumni, dan masyarakat menjadi unsur penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan keagamaan dan pendidikan Islam.

Tgk. Baihaqi, yang akrab disapa Abi Baihaqi dan merupakan putra Abu Lamkawe, turut terlibat dalam pelaksanaan Haul Ke-2 dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Keterlibatan keluarga, pengurus yayasan, serta panitia menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga tradisi mengenang jasa ulama.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan doa bersama setelah salat Isya berjamaah yang dipimpin Waled Rafly, ulama muda Pidie, alumnus Dayah Baldatul Mubarakah Al-Aziziyah, sekaligus penyuluh agama Islam pada Kementerian Agama Kabupaten Pidie.

Peringatan haul dan maulid tersebut menurutnya diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah, merawat tradisi keilmuan dayah, dan mewariskan keteladanan ulama kepada generasi muda.

“Bagi masyarakat Aceh, penghormatan terhadap ulama merupakan bagian dari tradisi keagamaan yang menghubungkan generasi penerus dengan sejarah dakwah dan pendidikan Islam. Melalui pembacaan manakib, nilai-nilai perjuangan Abu Lamkawe diharapkan tetap dikenal dan menjadi inspirasi dalam kehidupan umat, “pungkasnya.