AMSA-USK Gelar HEMORA 2026, Edukasi dan Screening Anemia bagi 261 Santri di Aceh Besar

Screenshot

LENSAPOST.NET – Asian Medical Students’ Association Universitas Syiah Kuala (AMSA-USK) menggelar kegiatan Event of the Year (EOTY) 2026 bertajuk HEMORA (Health Education and Management of Iron-deficiency for Resilient Communities) di Dayah Darul Ihsan, Desa Siem, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, pada 14 Mei 2026.

Kegiatan bakti sosial ini mengangkat isu anemia defisiensi besi sebagai bentuk edukasi sekaligus upaya preventif terhadap permasalahan kesehatan remaja, khususnya di kalangan santriwan dan santriwati.

Sebanyak 261 santri mengikuti sesi penyuluhan, sementara 122 santri putri menjalani pemeriksaan kesehatan anemia. Dari hasil screening awal, sekitar 25 peserta terindikasi memiliki kadar hemoglobin yang mengarah pada anemia dan dianjurkan untuk melakukan pemantauan lanjutan.

Pelaksanaan kegiatan ini turut melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI) serta sejumlah dokter spesialis penyakit dalam, sebagai bentuk kolaborasi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi peserta.

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam zumba bersama yang bertujuan mengkampanyekan pentingnya aktivitas fisik secara menyenangkan. Selanjutnya, peserta mengikuti talkshow edukatif mengenai anemia defisiensi besi, meliputi faktor risiko, dampak, serta langkah pencegahan.

Kegiatan juga dilengkapi dengan workshop interaktif dan Focus Group Discussion (FGD) yang dipandu oleh volunteer dan fasilitator. Melalui sesi ini, peserta diajak memahami pola hidup sehat serta pentingnya menjaga keseimbangan zat besi dalam tubuh.

Selain edukasi, HEMORA 2026 menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan yang mencakup pemeriksaan tanda-tanda vital, anamnesis risiko anemia, pemeriksaan kadar hemoglobin (GCHb), hingga konsultasi langsung dengan dokter spesialis. Peserta yang membutuhkan penanganan lebih lanjut juga mendapatkan edukasi serta pemberian tablet tambah darah sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa kesehatan sebagai volunteer yang sebelumnya direkrut melalui program open recruitment. Mereka berperan aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pelaksanaan zumba, penyuluhan, pemeriksaan kesehatan, hingga menjadi liaison officer (LO) dan fasilitator dalam sesi diskusi.

Project Officer HEMORA 2026, Muhammad Rakha Rizky Tjandrasa, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kontribusi mahasiswa kedokteran dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan preventif.

“HEMORA 2026 merupakan bentuk kepedulian mahasiswa kedokteran terhadap kesehatan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran mengenai anemia defisiensi besi. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda satu hari, tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk tenaga medis, PMI, volunteer, serta pihak dayah.

Anemia defisiensi besi sendiri masih menjadi salah satu masalah gizi yang cukup tinggi di Indonesia, terutama pada remaja putri. Kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan, penurunan konsentrasi, hingga menurunnya produktivitas belajar jika tidak ditangani dengan baik.

Melalui HEMORA 2026, AMSA-USK berharap kegiatan edukasi dan screening kesehatan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini anemia serta penerapan pola hidup sehat di lingkungan sekolah maupun dayah.