LENSAPOST.NET – Komandan Pos Komando (Danposko) Darurat Aceh Selatan Letkol Inf Andrino D.N. Lubis meninjau warga terdampak banjir sekaligus menyalurkan bantuan di Desa Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Senin (2/11/2026).
Andrino yang juga menjabat Dandim 0107/Aceh Selatan turun langsung untuk memastikan kondisi pengungsi dan kebutuhan masyarakat terpenuhi di tengah banjir yang masih merendam permukiman.
Berdasarkan pemantauan Satgas Bencana Banjir, ketinggian air di jalan Desa Cot Bayu mencapai 70 hingga 120 sentimeter, sedangkan genangan di dalam rumah berkisar 30 hingga 60 sentimeter. Banjir berdampak terhadap 38 kepala keluarga (KK) atau 114 jiwa dengan 38 unit rumah terendam. Sebanyak 18 KK atau 72 jiwa telah mengungsi ke sejumlah lokasi, termasuk TPA Desa Cot Bayu dan rumah keluarga, sementara warga lainnya bertahan di rumah yang memiliki lantai dua.
“Kami hadir untuk memastikan masyarakat tidak merasa sendiri menghadapi musibah ini. TNI akan terus membantu dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, relawan, serta seluruh unsur terkait agar kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi dan proses penanganan berjalan dengan baik,” ujar Andrino.
Ia juga meminta seluruh personel tetap siaga dan memperkuat pemantauan karena kondisi banjir masih dinamis. “Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Apabila kondisi mengharuskan warga untuk dievakuasi, kami meminta masyarakat mengikuti arahan petugas dan segera menuju lokasi yang lebih aman,” katanya.
Sementara itu, kondisi banjir di Desa Lhok Raya, Kecamatan Trumon Tengah, mulai berangsur surut dengan ketinggian air di jalan berkisar 15 hingga 55 sentimeter. Sebanyak 37 KK atau 124 jiwa mengungsi ke Kompi Brimob di Desa Ie Jeurneh. Pengungsi terdiri atas 57 laki-laki dan 67 perempuan, termasuk 14 anak-anak, 17 remaja, empat bayi, 10 balita, dan lima lansia. Banjir juga menggenangi SDN UPTD 4 Ie Jeurneh dengan ketinggian sekitar dua sentimeter di ruang kelas dan 20 sentimeter di halaman sekolah.
Di Desa Padang Harapan, Kecamatan Trumon, banjir masih menggenangi jalan sepanjang sekitar 500 meter dengan ketinggian 30 hingga 60 sentimeter. Genangan di pekarangan rumah mencapai sekitar 50 sentimeter. Sebanyak 25 KK atau 120 jiwa terdampak dengan 25 unit rumah terendam. Hingga pemantauan pada pukul 09.00 WIB, belum ada warga yang mengungsi karena sebagian rumah memiliki lantai atas yang dapat digunakan sebagai tempat berlindung sementara.
Danposko Darurat Aceh Selatan menegaskan penanganan banjir terus dilakukan melalui koordinasi TNI, BPBD, pemerintah daerah, Brimob, relawan, dan masyarakat, mulai dari pemantauan ketinggian air, evakuasi, pelayanan pengungsi hingga pendistribusian bantuan.
“Kita bersama Bapak Bupati sebagai penanggung jawab, bersama unsur Forkopimda, terus hadir di tengah masyarakat yang sedang terkena musibah. Pemerintah Aceh juga terus memberikan perhatian dan dukungan. Yang paling penting, bagaimana kita bersama-sama memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan pelayanan, bantuan, dan perlindungan yang mereka butuhkan,” demikian Andrino.












