LENSAPOST.NET – Banjir merendam sedikitnya 19 gampong yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu (31/10/2026) malam.
Berdasarkan laporan terkini Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Minggu (1/11/2026) pukul 10.30 WIB, banjir mulai terjadi sekitar pukul 19.00 WIB hingga 22.30 WIB. Hujan deras menyebabkan debit air sejumlah sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga.
Lima kecamatan yang terdampak yakni Meurah Dua, Meureudu, Bandar Dua, Bandar Baru, dan Panteraja.
Di Kecamatan Meurah Dua, banjir merendam Gampong Geunteng, Blang Cut, Dayah Usen, Meunasah Mancang, Pante Beurene, dan Dayah Kruet.
Sementara di Kecamatan Meureudu, banjir terjadi di Gampong Berawang/Simpang Tiga, Meunasah Lhok, Manyang Cut, Mesjid Tuha, dan Grong-Grong Beuracan.
Di Kecamatan Bandar Dua, wilayah terdampak meliputi Gampong Jeulanga. Kemudian di Kecamatan Bandar Baru, banjir merendam Gampong Balang Sukon, Sagoe Langien, dan Blang Glong.
Adapun di Kecamatan Panteraja, banjir dilaporkan terjadi di Gampong Lhok Puuk dan Muka Blang.
BPBA mencatat ketinggian air yang menggenangi permukiman warga berkisar 20 hingga 100 sentimeter. Selain merendam rumah penduduk, banjir juga dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur, termasuk jalan, tanggul sungai, dan sekolah.
Hingga Minggu pagi, jumlah warga terdampak dan pengungsi masih dalam proses pendataan. Meski demikian, BPBA memastikan belum ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.
BPBD Kabupaten Pidie Jaya telah mengerahkan tim SAR ke sejumlah lokasi terdampak untuk melakukan pendataan sekaligus bersiaga mengantisipasi kemungkinan evakuasi warga.
Penanganan di lapangan turut melibatkan TNI, Polri, Relawan SAR Pidie Jaya, para camat, dan masyarakat. BPBD Kota Lhokseumawe juga tercatat dalam unsur yang terlibat.
Dalam laporan kondisi terakhir, air di beberapa titik mulai surut. Namun, sejumlah lokasi masih menyisakan genangan lumpur setelah banjir.












