LENSAPOST.NET – Banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tenggara sejak Jumat (9/10/2026) malam. Bencana terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur sebagian besar wilayah kabupaten tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dalam laporan pembaruan Senin (12/10/2026) pukul 12.45 WIB menyebutkan, banjir dan longsor berdampak di sejumlah desa yang tersebar di Kecamatan Ketambe, Lawe Bulan, Babussalam dan Bambel. Sebanyak 350 kepala keluarga atau 1.387 jiwa tercatat terdampak, sementara korban jiwa dilaporkan nihil.
Di Kecamatan Ketambe, longsor terjadi di Desa Kati Maju dan material tanah serta lumpur menutup badan Jalan Nasional Kutacane–Blangkejeren. Kondisi tersebut sempat menghambat arus lalu lintas dari kedua arah dan menimbulkan kemacetan panjang. Sementara di Desa Pulonas Baru, Kecamatan Lawe Bulan, tanggul Sungai Lawe Bulan jebol sehingga air meluap ke permukiman warga.
Dampak banjir juga terjadi di Kecamatan Bambel. Tanggul penahan tebing Sungai Lawe Bulan/Lawe Kisam di Desa Lawe Kihing jebol sepanjang sekitar 50 meter. Banjir merendam sekitar 15 hektare lahan pertanian di Desa Lawe Kihing, Bambel Gabungan dan Terutung Seperai. Jalan nasional Kutacane–Medan di kawasan Desa Bambel Gabungan hingga Terutung Megara Asli juga terendam dengan ketinggian air sekitar 30–50 sentimeter.
Selain merendam permukiman dan fasilitas umum, banjir menyebabkan intake sumber air bersih SPAM Lawe Harum milik PDAM Tirta Agara hanyut. Gudang logistik BPBD dan fasilitas SMPIT Al Khansa turut tergenang. Kondisi banjir juga memicu aksi masyarakat memblokir akses jalan nasional di Desa Terutung Seperai hingga menyebabkan kemacetan. Hujan kembali turun dengan durasi panjang dan intensitas sedang hingga tinggi sehingga tanggul Sungai Lawe Bulan/Lawe Kisam yang sebelumnya ditutup kembali jebol pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
BPBD Aceh Tenggara telah mengerahkan tim reaksi cepat, alat berat dan personel untuk menangani dampak bencana. Upaya yang dilakukan meliputi pembersihan material longsor, pengerukan dan normalisasi sungai, penutupan tanggul, pemasangan sandbag serta pembersihan fasilitas umum dari endapan lumpur. Posko pengungsian juga didirikan di Desa Bambel Gabungan. Hingga laporan diterima, air berangsur surut, sedangkan jumlah pengungsi masih dalam pendataan.












