Darurat Sungai Keureutoe, IMPELMA Warning Pemerintah Jangan Lamban

IST

LENSAPOST.NET– Ikatan Masyarakat dan Pelajar Matangkuli (IMPELMA) Banda Aceh mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Utara bersama dinas teknis terkait untuk segera mengambil langkah konkret dalam menangani kondisi kritis aliran Sungai Keureutoe.

Desakan ini muncul setelah terjadi penyumbatan total di kolong jembatan Desa Parang Sikureung, Kecamatan Matangkuli. Tumpukan besar gelondongan kayu, ranting, dan semak belukar yang terbawa arus sungai menutup aliran air secara signifikan.

Kondisi tersebut terjadi pascahujan deras yang melanda wilayah Aceh Utara sejak Sabtu (6/6/2026). Hingga Minggu (7/6/2026), volume material kayu dilaporkan terus meningkat akibat kiriman dari wilayah hulu. Material tersebut tersangkut di badan jembatan, menyebabkan aliran sungai terhambat dan berpotensi menimbulkan tekanan serius pada struktur jembatan.

Jika tidak segera ditangani menggunakan alat berat, sumbatan ini dikhawatirkan dapat merusak konstruksi jembatan dan memicu luapan air ke permukiman warga di sekitarnya.

Ketua Umum IMPELMA Banda Aceh, Andi Miswar, S.Sos., menegaskan bahwa kondisi di lapangan membutuhkan tindakan cepat, bukan sekadar peninjauan.

“Kami meminta pemerintah Aceh Utara dan instansi terkait segera turun langsung ke lokasi. Sumbatan ini merupakan ancaman nyata bagi keselamatan warga. Evakuasi material kayu harus menjadi prioritas utama sebelum hujan kembali turun,” ujar Andi.

Selain penanganan darurat, IMPELMA juga menyoroti dugaan akar persoalan dari kawasan hulu sungai. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kiriman kayu diduga berasal dari aktivitas pembukaan lahan dan perambahan hutan yang tidak terkendali.

Atas kondisi tersebut, IMPELMA Banda Aceh menyampaikan dua tuntutan utama: Pengerahan tim teknis dan alat berat untuk segera membersihkan kolong jembatan guna memulihkan aliran Sungai Keureutoe.

“Investigasi serta penindakan tegas terhadap aktivitas perambahan hutan di wilayah hulu oleh aparat penegak hukum dan dinas terkait,”ujarnya. []