LENSAPOST.NET – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Barat Daya (Abdya) mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat untuk lebih peka terhadap potret kemiskinan yang masih membayangi sebagian masyarakat di “Bumi Breuh Sigupai”.
YARA meminta para wakil rakyat menyisihkan sebagian dana Pokok Pikiran (Pokir) guna mendukung program pembangunan rumah layak huni bagi kaum dhuafa.
Ketua Perwakilan YARA Abdya, Suhaimi N, SH, MH, Jumat (17/4/2026), mengatakan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, masih banyak warga—termasuk janda miskin dan anak yatim—yang tinggal di rumah tidak layak, bahkan hanya beratapkan terpal plastik.
“Potret kemiskinan ini nyata di depan mata. Masih ada warga yang tinggal di rumah bocor, berdinding lapuk, bahkan hanya menggunakan plastik bekas. Kami mengetuk hati anggota DPRK Abdya agar menyisihkan dana Pokir untuk membangun rumah dhuafa,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Menurut Suhaimi, persoalan hunian merupakan kebutuhan dasar yang harus segera diintervensi melalui kebijakan anggaran yang berpihak kepada masyarakat miskin.
Ia menilai, dana Pokir merupakan instrumen strategis bagi anggota dewan dalam menjawab aspirasi konstituen. Jika setiap anggota DPRK berkomitmen membangun dua hingga tiga unit rumah dhuafa, dampaknya dinilai signifikan dalam menekan angka kemiskinan ekstrem di Abdya.
“Jangan hanya fokus pada proyek infrastruktur yang manfaatnya tidak langsung dirasakan masyarakat miskin. Rumah adalah simbol martabat. Membangun rumah bagi dhuafa adalah bentuk nyata pengabdian kepada rakyat,” tegasnya.
Selain itu, YARA juga menekankan pentingnya validasi data penerima bantuan agar program tersebut tepat sasaran. Pemerintah Kabupaten Abdya diminta bersinergi dengan legislatif dalam menyusun kriteria penerima secara objektif dan transparan.
“DPRK memiliki kewenangan dalam penganggaran. Ini harus menjadi prioritas. Jangan sampai janji kesejahteraan hanya berhenti saat kampanye,” tambahnya.
Pernyataan ini disampaikan menyusul banyaknya laporan masyarakat terkait kondisi rumah warga yang memprihatinkan di sejumlah kecamatan di Abdya. YARA menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga ada langkah konkret dari pihak legislatif dan eksekutif.












