Lensapost.net I PIDIE JAYA – Di tengah semarak Festival Islami Milad Kabupaten Pidie Jaya ke-19 dan peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah, nama Muhammad Yusuf Al Hafiz menjadi perhatian banyak orang. Bocah yang masih duduk di bangku TK Negeri (TKN) Bungong Seulanga Kecamatan Meureudu itu berhasil meraih Juara Harapan III dan Juara Favorit pada cabang lomba pidato Bahasa Inggris tingkat SD/MI.
Prestasi tersebut terasa istimewa karena Yusuf bukan peserta dari jenjang sekolah dasar. Ia menjadi salah satu peserta termuda sekaligus satu-satunya siswa taman kanak-kanak yang mampu bersaing dengan peserta yang secara usia dan tingkat pendidikan berada di atasnya.
Piala penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, pada malam penutupan festival yang berlangsung meriah, Senin (15/6/2026). Tepuk tangan para hadirin menggema ketika nama Yusuf diumumkan sebagai salah satu pemenang.
Keberhasilan itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Meureudu, khususnya warga Rhieng Krueng, tempat Yusuf tumbuh dan dibesarkan. Di usia yang masih sangat muda, ia telah menunjukkan keberanian tampil di depan umum dengan menggunakan bahasa asing yang belum tentu dikuasai oleh anak-anak seusianya.
Dalam perlombaan tersebut, Yusuf tampil percaya diri menyampaikan pidato yang telah dipersiapkan sebelumnya. Kemampuan berbicara yang baik, pengucapan yang jelas, serta keberanian berdiri di hadapan dewan juri dan peserta lain menjadi nilai lebih yang mengantarkannya meraih penghargaan.
Di balik prestasi itu terdapat peran besar keluarga yang selama ini mendampingi proses tumbuh kembangnya.
Muhammad Yusuf Al Hafiz merupakan putra pertama pasangan Tgk. Nuruzzahri, S.HI., M.H. dan Eka Maulida, S.Sos.
Ayahnya merupakan alumni Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga yang aktif di bidang pendidikan dan dakwah. Saat ini ia juga mengajar di sejumlah lembaga pendidikan, termasuk di Dayah Darul Ridha Al-Munawwarah Gampong Meuraksa yang dipimpin Waled Meuraksa.
Selain itu, Tgk. Nuruzzahri juga dipercaya sebagai Ketua PAC GP Ansor Meureudu. Menurutnya, keberhasilan sang putra tidak terlepas dari peran ibunda yang setiap hari mendampingi proses belajar anak di rumah.
“Alhamdulillah, prestasi ini tidak terlepas dari peran ibundanya yang setiap hari membimbing dan mendampingi Yusuf. Kami meyakini ibu adalah madrasah pertama bagi anak. Apa yang diraih hari ini merupakan hasil dari kesabaran dan ketelatenan seorang ibu dalam mendidik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejak kecil Yusuf dibiasakan membaca, menghafal, berbicara di depan keluarga, serta berlatih menyampaikan berbagai materi sederhana. Kebiasaan tersebut perlahan membentuk keberanian dan rasa percaya diri yang menjadi modal penting ketika mengikuti perlombaan.
“Anak-anak perlu diberi ruang untuk berkembang. Jangan hanya fokus pada kemampuan akademik, tetapi juga keberanian, akhlak, komunikasi, dan kepercayaan diri. Semua itu akan menjadi bekal penting di masa depan,” tambahnya.
Yusuf tumbuh di lingkungan Rhieng Krueng, Meureudu, yang dikenal memiliki kehidupan sosial dan kekeluargaan yang kuat. Dukungan keluarga besar turut memberikan semangat dalam proses pendidikan dan pengembangan bakatnya.
Ia merupakan cucu pasangan Martunis Sulaiman dan Rohana Agani. Dari garis keturunan ayah, Yusuf juga mewarisi jejak keluarga yang dikenal aktif dalam kehidupan sosial masyarakat. Kakek buyutnya adalah almarhum Mukim M. Yacob, tokoh masyarakat kelahiran Lamkawe yang dikenal luas atas pengabdian dan kontribusinya kepada masyarakat Pidie.
Nilai-nilai pendidikan, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian yang diwariskan keluarga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter Yusuf sejak usia dini.
Keberhasilan Yusuf juga tidak terlepas dari dukungan sekolah. TKN Bungong Seulanga Meureudu terus berupaya mengembangkan potensi peserta didik melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang kreatif dan inovatif.
Di bawah kepemimpinan kepala sekolah yang baru, Nelli, S.Pd, sekolah memberikan ruang yang luas bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kreativitas, serta keberanian tampil di depan umum.
Bagi dunia pendidikan anak usia dini, kemampuan berbicara di depan publik merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu ditanamkan sejak dini. Kemampuan tersebut tidak hanya bermanfaat dalam perlombaan, tetapi juga membantu anak dalam proses belajar dan berinteraksi di lingkungan sosial yang lebih luas.
Prestasi yang diraih Muhammad Yusuf Al Hafiz menjadi bukti bahwa usia bukanlah penghalang untuk berprestasi. Dengan dukungan keluarga, sekolah, dan lingkungan yang baik, anak-anak mampu menunjukkan kemampuan luar biasa bahkan melampaui ekspektasi banyak orang.
Keberhasilan siswa TKN Bungong Seulanga kelahiran Rhieng Krueng ini juga menjadi inspirasi bagi orang tua dan dunia pendidikan di Pidie Jaya bahwa pembinaan karakter, keberanian, dan kemampuan komunikasi harus dimulai sejak usia dini.
Dari sebuah panggung lomba tingkat SD/MI, Yusuf telah menunjukkan bahwa langkah kecil seorang anak dapat menghadirkan kebanggaan besar bagi keluarga, sekolah, dan daerahnya. Prestasi tersebut sekaligus menjadi harapan akan lahirnya generasi muda Aceh yang cerdas, berakhlak, percaya diri, dan mampu bersaing di masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan budaya yang menjadi identitasnya.












