LENSAPOST.NET – Sistem Internet of Things (IoT) berbasis energi terbarukan telah selesai dibangun dan diimplementasikan di tambak udang vaname milik Farm Sinar Vannamei yang berlokasi di Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.
Proyek ini merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Teknologi Tepat Guna (PKMBP-TTG), yang bertujuan untuk mengoptimalkan budidaya udang vaname melalui teknologi canggih berbasis IoT. Proyek ini didanai oleh PTNBH Universitas Syiah Kuala (USK) Tahun Anggaran 2024.
Proyek ini diawasi langsung oleh tiga dosen dari berbagai bidang ilmu, yaitu Safrizal, S.T., M.T. (Program Studi S-1 Teknik Komputer), Aulia Rahman, S.T., M.Sc. (Program Studi S-1 Teknik Elektro), dan Adrian Damora, S.Pi., M.Si. (Program Studi S-1 Budidaya Perairan).
Mereka bekerja sama dengan mahasiswa sebagai bagian dari program MBKM, yaitu Muhammad Agus Marzuki, Abdillah Del Mayda, dan Muhammad Ikram, serta mitra lokal, Joni Zakaria, pemilik Farm Sinar Vannamei.
Udang vaname (Litopenaeus vannamei) adalah salah satu komoditas unggulan Indonesia di sektor perikanan, dengan ekspor yang mencapai USD $276 juta pada tahun 2018.
Namun, industri ini menghadapi tantangan besar, termasuk kualitas air tambak yang sulit dijaga, fluktuasi pH, dan kebutuhan pengendalian pemberian pakan yang tepat. Keterlambatan dalam memonitor dan menangani perubahan kondisi tambak sering kali menyebabkan penurunan hasil panen.
Farm Sinar Vannamei di Gampong Alue Naga memiliki potensi panen mencapai 16 ton setiap 4 bulan dari tambak seluas 4.000 meter persegi. Namun, berbagai kendala seperti kualitas air yang tidak terpantau dengan baik dan pemberian pakan yang manual telah menurunkan produktivitas tambak.
Fluktuasi pH air dan pemberian pakan yang tidak efisien menjadi salah satu penyebab utama penurunan kualitas budidaya udang.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim dari Universitas Syiah Kuala merancang dan mengimplementasikan sistem pemantauan otomatis berbasis IoT yang mampu memonitor kualitas air secara real-time.
Sistem ini terintegrasi dengan sensor pH dan suhu yang dipasang di tambak, memungkinkan petambak untuk memantau kondisi tambak secara langsung melalui perangkat elektronik.
Hal ini memungkinkan tindakan cepat untuk menjaga kualitas air, mencegah stres pada udang, dan mengurangi risiko penyakit akibat perubahan pH air yang tidak terkendali.
Sistem IoT ini juga dilengkapi dengan teknologi auto-feeder yang dapat memberikan pakan udang secara otomatis sesuai dengan kebutuhan.
Teknologi ini mampu mengoptimalkan pemberian pakan dan menghindari penumpukan sisa pakan yang dapat mencemari air tambak. Penggunaan energi terbarukan dari panel surya menambah nilai plus bagi tambak ini, karena tidak hanya mengurangi ketergantungan pada listrik konvensional, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan.
Safrizal, S.T., M.T., ketua tim pengabdian, menjelaskan bahwa teknologi IoT yang digunakan dalam proyek ini tidak hanya membantu meningkatkan efisiensi operasional tambak, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi petambak lokal.
“Dengan sistem ini, petambak tidak lagi perlu secara manual mengambil sampel air untuk diuji, atau khawatir tentang pemberian pakan yang tepat waktu. Semua dapat diatur dan dimonitor secara otomatis,” jelas Safrizal, Kamis 18 September 2024.
Tahap implementasi proyek ini meliputi pemasangan sensor IoT, panel surya, serta sistem auto-feeder di tambak Farm Sinar Vannamei. Sensor pH dan suhu ditempatkan di beberapa titik strategis di tambak untuk memastikan pemantauan menyeluruh.
Panel surya dipasang untuk mendukung operasional sistem dengan energi bersih, sekaligus memberikan fleksibilitas karena tambak tidak perlu terhubung ke jaringan listrik.
Selain itu, tim pengabdian juga melakukan pelatihan kepada pengelola tambak untuk memastikan bahwa mereka dapat mengoperasikan dan merawat sistem secara mandiri.
Pelatihan ini meliputi penggunaan dashboard IoT untuk memantau kondisi tambak, cara mengelola auto-feeder, serta perawatan rutin perangkat.
“Pelatihan ini penting agar teknologi yang diterapkan dapat digunakan dengan optimal dan berkelanjutan. Kami juga menyediakan layanan pemantauan rutin untuk memastikan sistem tetap berjalan baik,” ujar Aulia Rahman, dosen dari Program Studi Teknik Elektro yang turut terlibat dalam proyek ini.
Dengan keberhasilan implementasi sistem IoT ini, diharapkan produktivitas tambak di Farm Sinar Vannamei dapat meningkat secara signifikan. Joni Zakaria, pemilik tambak, menyatakan rasa syukurnya atas dukungan yang diberikan oleh Universitas Syiah Kuala.
“Kami sangat terbantu dengan teknologi ini. Sekarang, kami bisa memonitor kondisi tambak dengan lebih baik dan pemberian pakan juga lebih efisien. Semoga ini bisa menjadi contoh bagi petambak lain di Aceh,” ungkap Joni.
Keberhasilan proyek ini juga diharapkan dapat menjadi model pengembangan tambak udang berkelanjutan di wilayah pesisir lainnya di Aceh, khususnya di daerah-daerah yang memiliki tantangan serupa dalam hal infrastruktur dan keterbatasan akses listrik.
Implementasi sistem IoT berbasis energi terbarukan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi peningkatan produksi, tetapi juga bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal.
Dengan keberlanjutan proyek ini, Universitas Syiah Kuala berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan teknologi tepat guna di sektor perikanan, terutama dalam membantu petambak lokal menghadapi tantangan-tantangan yang ada. Kombinasi teknologi modern dan pendekatan berbasis energi terbarukan menjadi solusi yang menjanjikan untuk menghadapi masalah-masalah dalam budidaya udang di masa depan.
Proyek pengabdian masyarakat yang mengintegrasikan teknologi IoT dan energi terbarukan di Farm Sinar Vannamei telah menunjukkan hasil yang sangat positif dalam mengoptimalkan budidaya udang vaname di Gampong Alue Naga. Dengan teknologi yang memungkinkan pemantauan kualitas air dan pemberian pakan otomatis, diharapkan tambak ini dapat menjadi model bagi petambak lain di Aceh dan seluruh Indonesia.
Dukungan Universitas Syiah Kuala dalam program ini menunjukkan komitmen institusi pendidikan tinggi untuk berkontribusi langsung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui solusi teknologi tepat guna.












