LENSAPOST.NET – Warga Desa Mbarung, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, meminta pemerintah daerah segera membangun jembatan alternatif sementara setelah jembatan kerangka baja Mbarung putus dan akses penghubung warga kembali terputus.
Tokoh masyarakat Aceh Tenggara, M. Arifin, mengatakan jembatan Mbarung sebelumnya putus akibat diterjang banjir. Pemerintah daerah bersama masyarakat kemudian membangun jembatan darurat berbahan kayu agar kendaraan roda dua tetap dapat melintas.
Namun, jembatan darurat tersebut kembali hanyut setelah Sungai Alas meluap akibat hujan deras.
“Kalau bisa pemerintah daerah segera membuat jembatan gantung sementara agar bisa dilalui kendaraan roda dua, terutama untuk mengantar anak-anak sekolah dan aktivitas masyarakat,” kata Arifin saat ditemui di lokasi jembatan Mbarung, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, putusnya jembatan darurat tersebut kembali menyulitkan aktivitas warga, terutama anak-anak sekolah yang harus menyeberangi Sungai Alas untuk menuju sekolah.
Di lokasi yang sama, warga Desa Datuk Saudane, Kecamatan Babussalam, Dewi, berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan Mbarung atau membangun akses alternatif yang aman bagi masyarakat.
“Dampak putusnya jembatan ini, masyarakat terpaksa menyeberangi Sungai Alas untuk menuju Desa Mbarung maupun ke perkotaan,” ujar Dewi.
Ia mengatakan kondisi tersebut juga berdampak terhadap kegiatan belajar siswa. Sebagian anak sekolah harus menyeberangi sungai, bahkan ada yang digendong orang tuanya untuk mencapai sekolah.
Sementara siswa SD Negeri Mbarung, kata Dewi, untuk sementara mengikuti kegiatan belajar di Balai Desa Datuk Saudane yang telah disiapkan oleh pihak sekolah dan guru sambil menunggu akses jembatan alternatif kembali tersedia.
Dewi menyebutkan sebagian besar siswa yang bersekolah di Mbarung berasal dari Kecamatan Lawe Alas, selain dari wilayah Kecamatan Darul Hasanah dan Babussalam.
“Sebagian anak sekolah digendong orang tuanya menyeberangi Sungai Alas. Untuk siswa SD, sementara belajar di balai desa yang sudah disiapkan guru,” katanya.
Selain akses pendidikan, putusnya jembatan juga menghambat aktivitas masyarakat menuju perkebunan serta akses warga dari sejumlah wilayah menuju Kecamatan Babussalam.
Dewi meminta Bupati Aceh Tenggara melalui dinas terkait segera mengambil langkah penanganan agar akses masyarakat kembali terbuka.
“Tolong Pak Bupati, bangun kembali jembatan Mbarung agar masyarakat bisa melintas seperti dulu lagi,” ujarnya. []












