TTI Soroti Pengadaan Al-Qur’an Rp19,94 Miliar di Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Lima Paket Nyaris Kembar

DOK. TTI

LENSAPOST.NET— Transparansi Tender Indonesia (TTI) menyoroti pengadaan Al-Qur’an pada Dinas Pendidikan Dayah Aceh yang berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) dibagi ke dalam lima zona dengan total anggaran sekitar Rp19,94 miliar.

TTI menilai pola penganggaran lima paket tersebut patut diuji lebih jauh karena nilai masing-masing zona terlihat hampir identik.

Berdasarkan data yang ditelaah TTI, pengadaan Al-Qur’an Zona 1 tercatat sebesar Rp3.988.132.875, Zona 2 sebesar Rp3.988.132.875, Zona 3 sebesar Rp3.988.132.875, sementara Zona 4 dan Zona 5 masing-masing sebesar Rp3.988.008.000.

Seluruh paket direncanakan melalui metode E-Purchasing.

Koordinator TTI, Nasruddin Bahar, mengatakan kesamaan nilai tersebut harus dijelaskan secara terbuka oleh Dinas Pendidikan Dayah Aceh.

“Ini lima wilayah berbeda, jumlah dayah berbeda, jumlah santri tentu tidak sama, jarak distribusi juga berbeda. Tetapi nilai anggarannya nyaris kembar. Publik berhak mengetahui dari mana angka Rp3,988 miliar per zona itu muncul,” kata Nasruddin, Rabu 19 Agustus 2026.

Menurut TTI, persoalan utama bukan semata-mata metode E-Purchasing. Penggunaan e-Katalog tidak boleh dijadikan alasan untuk menutup informasi mengenai jumlah barang, harga satuan, spesifikasi produk, hasil negosiasi dan penerima barang.

TTI mempertanyakan berapa sebenarnya jumlah Al-Qur’an yang dibeli dengan anggaran hampir Rp20 miliar tersebut.

“Kalau pemerintah hanya mengatakan sudah melalui e-Katalog, itu belum menjawab persoalan. Pertanyaannya sederhana: berapa eksemplar yang dibeli, berapa harga satuannya, siapa penyedianya, dan siapa yang menerima?” tegas Nasruddin.

TTI menegaskan kesamaan nilai paket belum membuktikan adanya pelanggaran. Namun, pola tersebut dinilai sebagai indikator awal yang perlu ditelusuri lebih mendalam.

TTI menyatakan akan melanjutkan penelusuran terhadap data transaksi e-Katalog, penyedia, harga per eksemplar dan distribusi lima paket tersebut sebelum menarik kesimpulan lebih lanjut.