LENSAPOST.NET — Seluas tiga hektar lahan terbakar di Desa Tumpok Teungoh, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur. Api berhasil dipadamkan setelah sejumlah armada Pemadam Kebakaran (Damkar) milik Pemkab Aceh Timur, dikerahkan ke lokasi, Minggu (31/5).
Camat Julok, H. Muhammad Ishak, ketika meninjau lokasi kebakaran di Julok, Senin (1/6) menjelaskan, lokasi lahan yang terbakar yakni di Dusun Kubu Tungku, seluas dua hektar.
“Lahan yang terbakar di dusun ini yaitu milik almarhum Muhammad Jamil (mantan Keuchik) dan milik H. Budiman serta milik Tgk Ridwan,” ujar mantan Kasubbag Humas Setdakab Aceh Timur ini.
Pria kelahiran 1983 itu melanjutkan, titik lahan yang terbakar di Dusun Kuta Tuha, seluas satu hektar yakni milik Tgk Muhammad Nur (mantan imam), Agustiar dan T. Mahdi serta lahan milik Muhammad Amin.
Berdasarkan laporan dari keuchik Gampong Tumpok Teungoh, lanjutnya, terdapat dua titik lahan yang terbakar yakni di Dusun Kuta Tuha seluas sehektar dan Dusun Kubu Tungku seluas dua hektar.
“Setelah menerima laporan dari kepala desa, perihal kebakaran lahan ini langsung kita laporkan ke bapak bupati. Bahkan kita ikut berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” ujar Muhammad Ishak, seraya memint, seluruh keuchik untuk mengingatkan warganya agar tidak membakar sembarangan.
Berdasarkan keterangan aparat desa setempat, kebakaran kali ini awalnya terjadi di desa tetangga yakni Gampong Ujong Tunong, sejak tiga hari yang lalu. Kemudian api meluas ke desa Tumpok Teungoh. “Ketika api mulai menjalar, beberapa armada Damkar dikerahkan untuk memadamkan api,” ujarnya.
Disaat Damkar memadamkan api di titik pertama, lalu tiba-tiba, salah seorang petani membakar jerami di sawah hingga mengakibatkan api menjalar ke lahan tidur.
“Melihat api membesar, keuchik menghubungi damkar untuk dilakukan pemadaman ke titik kebakaran kedua. Setelah beberapa jam, akhirnya api berhasil dipadamkan di dua titik sekira pukul 15.00,” ujar Muhammad Ishak.
Masyarakat melalui pihak kecamatan mengapresiasi respon cepat Bupati Aceh Timur, bahkan petugas Damkar bergerak cepat ke lokasi memadamkan api, sehingga akhirnya api berhasil dipadamkan.
Camat Julok menghimbau, agar para keuchik untuk memasang spanduk larangan membakar sampah di ladang secara sembarangan. Hal itu penting agar masyarakat tidak pagi membakar sampah.
“Baru-baru ini kita ikut mensosialisasikan Karhutla di Julok, bahkan desa-desa yang bersinggungan dengan hutan dan lahan kosong telah dibagikan spanduk Larangan Membakar Hutan. Maka dalam kesempatan ini kita imbau agar masyarakat tidak lagi membakar jerami di sawah dan membakar sampah di ladang, karena dapat berpotensi terjadi kebakaran di musim kemarau ini,” urai Muhammad Ishak. (***).












