LENSAPOST.NET – Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Universitas Islam Negeri Ar-Raniry menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Public Policy Analysis and Advocacy: Friday Gender Politics” yang berlangsung di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Jumat (17/4).
Ketua Panitia, Sanov. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa agenda ini bertujuan memperluas cakrawala berpikir mahasiswa terkait dinamika politik serta perkembangan kebijakan gender di Indonesia.
Ketua Prodi PMI, Dr. Rasyidah, dalam arahannya menekankan pentingnya pemahaman kritis mahasiswa terhadap kontestasi kebijakan di ruang publik. Menurutnya, literasi kebijakan gender menjadi hal krusial agar mahasiswa mampu berperan sebagai agen advokasi yang solutif di tengah masyarakat.
“Mahasiswa PMI harus memiliki ketajaman dalam menganalisis kebijakan, terutama pasca-reformasi di mana isu gender menjadi semakin kompleks. Kita berharap diskusi ini melahirkan pemikiran-pemikiran baru yang dapat diimplementasikan dalam pengabdian masyarakat nantinya,” ujar Rasyidah.
Kuliah umum ini menghadirkan Dr. M. Ammar Hidayatulloh dari Radboud University Nijmegen sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, ia mengupas “Kontestasi Kebijakan Gender di Indonesia Pasca-Reformasi”, termasuk dinamika tarik-ulur kepentingan politik dalam proses pembentukan kebijakan.
Antusiasme peserta terlihat tinggi dalam sesi diskusi interaktif. Mahasiswa tidak hanya mendalami aspek teoretis, tetapi juga aktif mengangkat realitas lapangan, khususnya terkait perlindungan hukum dan pemberdayaan perempuan di tingkat akar rumput.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi program studi untuk terus menghadirkan pakar internasional, guna meningkatkan kualitas akademik serta memperkaya perspektif mahasiswa di lingkungan fakultas.












