Jemaah Haji Asal Banda Aceh Meninggal Dunia di Arab Saudi

jamaah haji yang tergabung dalam kloter 2 Aceh asal kabupaten Bireuen

LENSAPOST.NETInna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Seorang Jemaah Haji, Haryati binti Ahmad Ishak (66 tahun) meninggal dunia di Rumah Sakit An Nur Mekah Arab Saudi, Jumat, 28 Juni 2024, jam 18.31 Waktu Arab Saudi (WAS).

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) Embarkasi Aceh, Drs H Azhari MSi mengatakan bahwa Haryati adalah jemaah asal Kuta Alam, Kota Banda Aceh, tergabung dalam kelompok terbang (kloter) BTJ-10, meninggal Jumat sore 18.31 WAS atau 22.31 WIB.

Menurut sertifikat kematian (CoD) yang dilkeluarkan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekah, jelas Azhari, almarhumah didiagnosa mengalami Acute respiratory distress syndrome.

Azhari sampaikan, menurut laporan Ketua Kloter H Fadhli dan dr Hj Nisvi Rahmatia Ananda pada catatan giat harian kloter BTJ 10 bahwa ketika masa Armuzna Haryati mampu melakukan ibadah ke jamarat secara mandiri, dan pasca Armuzna, 22 juni 2024 ada mengeluhkan demam, batuk dan pilek, dan sudah diberikan terapi.

Azhari, terus mengimbau jemaah terutama jemaah lanjut usia untuk menjaga kesehatan sambil menunggu kepulangan. Untuk banyak istirahat setelah beribadah karena kondisi cuaca di Arab Saudi yang mencapai 45 derajat.

“Kami sudah sampaikan melalui petugas kloter agar jemaah menjaga kesehatan, karena jemaah masih akan melanjutkan perjalanan ke Medinah yang akan di mulai tanggal 1 Juli 2024, dan menempuh perjalan darat sekitar 5 jam. Di Madina akan berziarah dan melakukan arba’in di Mesjid Nabawi,” ujar Azhari.

“Mari Kita doakan semoga mereka diampuni segala dosanya, diterima segala amal ibadahnya dan ditempatkan di sisi Allah swt,” kata Azhari.

Selain itu, Azhari menyampaikan bahwa jemaah haji Aceh yang meninggal dunia di Arab Saudi bertambah menjadi 11 orang dan 1 orang petugas, sehinggal total 12 orang.

Dirincikannya, nama almarhum-almarhumah yang telah meninggal dunia asal Embarkasi Aceh hingga Sabtu (29/6) ialah:

1. Ruhamah binti Hasan Amin (84 tahun), manifes asal Kota Sabang, kloter BTJ-01.

2. Muhdin bin Ibrahim (62 tahun) asal Bireuen, kloter BTJ-02.

3. Muhammad bin Umar Ardik (78 tahun) asal Aceh Tengah, kloter BTJ-05.

4. Manshur bin Ahmad (50 tahun), asal Banda Aceh, petugas kloter BTJ-07.

5. Nasrun bin Ismail (75 tahun), asal Bireuen, kloter BTJ 02.

6. Marhani binti Muhammad Taib (65 tahun) asal Bireuen, kloter BTJ-02.

7. Halimah binti Badai Peukan (67 tahun) asal Pidie, kloter BTJ-04.

8. Usman bin Sulaiman Ibrahim (90 tahun) asal Bireuen, Kloter BTJ-02.

9. Azhar bin Umar Pekan (57 tahun) asal Pidie, kloter BTJ-04.

10. Zubaidah binti Nyak Mubin (65 tahun) asal Banda Aceh, kloter BTJ-05.

11. Cut Ajasapiah (89 tahun), asal Aceh Timur, kloter BTJ-10.

12. Haryati binti Ahmad Ishak (66 tahun), asal Banda Aceh, kloter BTJ-10.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *