LENSAPOST.NET— Forum Komunikasi Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (FKP PTKIS) Aceh bersama seluruh PTKIS di bawah naungan Kopertais Wilayah V Aceh akan menggelar konferensi internasional perdana The 1st Aceh International Conference on Islamic Studies and Social Sciences (AICISSS) 2026.
Konferensi tersebut dijadwalkan berlangsung secara daring melalui Zoom pada Rabu, 2 September 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Mengusung tema “Islamic Thought and Social Transformation in the Age of Digital Civilization” atau “Pemikiran Islam dan Transformasi Sosial di Era Peradaban Digital”, kegiatan ini akan membahas berbagai tantangan dan peluang dunia Islam di tengah perkembangan peradaban digital dan kecerdasan buatan (AI).
Ketua Panitia AICISSS 2026, Dr. Rahmat Saputra, mengatakan konferensi tersebut digagas sebagai respons terhadap perkembangan teknologi digital yang semakin cepat dan berdampak terhadap berbagai sektor kehidupan, mulai dari pendidikan, sosial, ekonomi, budaya hingga persoalan keagamaan.
Menurutnya, perkembangan tersebut menuntut kajian keislaman untuk tidak hanya berhenti pada dimensi normatif, tetapi juga mampu memberikan jawaban terhadap berbagai persoalan kontemporer melalui pendekatan multidisipliner, moderat, inklusif dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Perguruan tinggi Islam memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang adaptif dan solutif terhadap tantangan zaman,” ujar Rahmat.
Sementara itu, Ketua FKP PTKIS Aceh, Dr. Musa Alfadhil, S.Pd.I., MA, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah mempersiapkan pelaksanaan AICISSS 2026.
Ia menyebutkan, konferensi internasional perdana tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat budaya akademik sekaligus membangun jejaring PTKIS Aceh dengan kalangan akademisi di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia yang telah bekerja dengan serius, solid dan penuh tanggung jawab dalam mempersiapkan konferensi ini,” katanya.
Menurut Musa, AICISSS merupakan bagian dari upaya meningkatkan budaya akademik, memperluas jejaring internasional serta memperkuat kontribusi PTKIS Aceh dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Ia berharap AICISSS dapat menjadi agenda akademik yang berkelanjutan dan semakin berkembang pada tahun-tahun mendatang.
Dalam konferensi internasional tersebut, panitia menghadirkan sembilan pembicara utama dari tujuh negara.
Dari Malaysia, hadir Prof. Ts. Dr. Fatma Susilawati binti Mohamad dan Prof. Madya Dr. Rahimah binti Embongdari Universiti Sultan Zainal Abidin Terengganu.
Sementara dari Brunei Darussalam hadir Assoc. Prof. Dr. Muhamad Zahiri Awang Mat dari Seri Begawan Religious Teachers University College.
Dari Indonesia, AICISSS menghadirkan Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag, selaku Koordinator Kopertais Wilayah V Aceh, serta Prof. Dr. Kamaruzzaman Bustaman-Ahmad, M.Sh., Ph.D dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Pembicara internasional lainnya yakni Assoc. Prof. Dr. Baker Ibrahim Alkhlaifat dari Al-Hussein Bin Talal University, Yordania; Dr. Nola Fibriyani Bte Salman dari Muhammadiyah Islamic College, Singapura; Dr. Nazirullah dari Pakistan; serta Prof. Dr. Asif Hanif, MS, MSc dari Sakarya University, Turki.
Selain menghadirkan para pembicara utama, AICISSS 2026 juga akan diikuti lebih dari 50 pemakalah yang akan mempresentasikan hasil penelitian mereka dalam sesi paralel.
Para pemakalah tersebut telah melalui proses seleksi melalui skema call for papers.
Pelaksanaan konferensi akan terbagi dalam dua agenda utama, yakni sesi pleno bersama para pembicara utama dan sesi paralel yang diikuti para pemakalah dari berbagai negara.
AICISSS 2026 juga akan dirangkaikan dengan PTKIS Aceh Award 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada perguruan tinggi dan dosen PTKIS di Aceh yang dinilai berprestasi serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan tinggi Islam.
Seluruh dosen PTKIS Aceh diundang untuk mengikuti konferensi internasional tersebut secara daring melalui platform Zoom.












