BSI Raih Anugerah Utama ESG

LENSAPOST.NET– PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperkuat komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui program Green Zakat, sebuah skema zakat produktif yang menggabungkan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Program tersebut salah satunya diwujudkan melalui Kampung Usaha Gula Aren di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Melalui program ini, dana zakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan modal, tetapi dikembangkan menjadi ekosistem usaha yang mendorong penerima manfaat untuk tumbuh dan mandiri.

Pemberdayaan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembentukan dan penguatan kelompok usaha, pelatihan, penyediaan permodalan, hingga pendampingan intensif. BSI bersama mitra juga membantu meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, serta memenuhi aspek legalitas dan tata kelola usaha.

Program tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk BUMDes, kelompok tani, dan tokoh masyarakat. Kolaborasi ini dinilai mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal dengan mengoptimalkan potensi nira aren yang dimiliki masyarakat Cianjur.

Hingga saat ini, Green Zakat BSI di Kampung Usaha Gula Aren telah melibatkan 92 penerima manfaat sebagai petani binaan, mendukung pengelolaan sekitar 49 hektare lahan aren, serta mendorong penjualan produk gula aren mencapai lebih dari Rp1,025 miliar.

Program tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga mendorong petani dan produsen lokal menghasilkan produk gula aren bernilai tambah yang memiliki daya saing di pasar.

Atas implementasi tersebut, BSI meraih Anugerah Utama Sektor Perbankan Implementasi Zakat Hijau Kampung Usaha Gula Aren Cianjur dalam ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, dan diterima oleh Senior Vice President (SVP) ESG BSI, M. Syukron Habiby.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap perusahaan yang dinilai berhasil mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi bisnis untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan.

Wakil Direktur Utama BSI, Bob T Ananta, mengatakan Green Zakat merupakan bagian dari peran BSI dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.

“Inilah yang menjadi peran BSI yang tidak hanya mitra finansial, melainkan sebagai sahabat sosial dan lingkungan melalui optimalisasi green zakat. Di sinilah kami hadir mengembangkan zakat untuk umat yang tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi hijau yang berkelanjutan,” ujar Bob.

BSI menyatakan akan terus memperluas implementasi Green Zakat melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal di sejumlah daerah.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen BSI dalam memperkuat ekonomi umat sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pengembangan keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan.