Banjir Rendam 17 Desa di Aceh Tenggara

Salah Satu Rumah Warga Terendam Banjir di Aceh Tenggara

LENSAPOST.NET – Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tenggara sejak Rabu (28/10/2026) berdampak pada 17 desa di enam kecamatan. Berdasarkan laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, sebanyak 532 kepala keluarga (KK) atau 1.920 jiwa terdampak bencana tersebut.

Kalaksa BPBD Aceh Tenggara, Mohd Asbi, melalui Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Dodi Sukmariga Tajmal, Kamis (29/10/2026) saat dikonfirmasi menyampaikan, akibat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, banjir juga mengakibatkan sejumlah tanggul sungai jebol, lahan pertanian rusak, fasilitas pendidikan terendam, hingga sebuah jembatan gantung amblas akibat tergerus derasnya arus Sungai Lawe Alas.

“Data terbaru mencatat, banjir dilaporkan terjadi di Kecamatan Bambel, Lawe Bulan, Deleng Pokhkison, Badar, Lawe Sumur, dan Lawe Sigala-gala,” kata Dodi.

Dimana Kecamatan Bambel menjadi salah satu wilayah terdampak dengan delapan desa, yakni Kuning I, Pinding, Pancar Iman, Bambel Gabungan, Terutung Seperai, Likat, Rikit, dan Kuta Buluh.

Sementara di Kecamatan Lawe Bulan, banjir melanda Desa Lawe Sagu Hulu dan Kandang Mbelang Mandiri. Di Kecamatan Deleng Pokhkison, banjir terjadi di Desa Bunga Melur. Adapun di Kecamatan Badar, banjir berdampak pada Desa Kumbang Jaya.

Banjir juga merendam Dusun Nasi, Desa Terutung Megara Lawe Pasaran, Kecamatan Lawe Sumur, serta Desa Mulia Damai, Suka Damai, dan Gelah Musara di Kecamatan Lawe Sigala-gala.

Lebih lanjut Dodi menjelaskan, banjir dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berlangsung lama sejak Senin malam hingga Rabu dini hari juga menyebabkan debit air Sungai Lawe Alas, Lawe Kinga, Lawe Bulan, dan Lawe Kisam meningkat signifikan.

Lemahnya kondisi tanggul sungai, ditambah pendangkalan akibat sedimentasi di sejumlah daerah aliran sungai (DAS), menyebabkan air meluap dan menggenangi permukiman dengan ketinggian diperkirakan mencapai 50 sentimeter hingga satu meter.

Di Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, aliran sungai yang tersumbat material di bawah jembatan mengakibatkan air meluap hingga ke jalan nasional. Kondisi ini tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga menyebabkan kemacetan panjang bagi pengguna jalan.

Sementara itu, tanggul Sungai Lawe Kinga di Desa Kuta Lesung dilaporkan jebol. Akibatnya, aliran air beralih ke permukiman Desa Pinding dan merusak lahan pertanian warga.

Kerusakan tanggul juga terjadi di Sungai Lawe Kisam, tepatnya di Desa Bambel Gabungan dan Dusun Nasi, Desa Terutung Megara Lawe Pasaran.

Di Desa Bunga Melur, tanggul Sungai Lawe Kisam yang jebol menyebabkan aliran air mengarah ke permukiman Desa Lawe Sagu Hulu dan Kandang Mbelang Mandiri.

Dampak lainnya, jembatan gantung penghubung Kumbang Jaya–Gulo yang dikenal sebagai Jembatan Perintis Garuda dilaporkan amblas setelah tergerus arus Sungai Lawe Alas.

Banjir turut merendam fasilitas dan sarana belajar Pondok Pesantren Nurul Islam di Desa Pinding, Kecamatan Bambel.

Menanggapi kondisi tersebut, BPBD Aceh Tenggara mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan kajian cepat, pendataan, dan dokumentasi di lokasi terdampak.

Sejumlah alat berat dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Satgas PRR, dan BPBD dikerahkan ke kawasan jembatan Desa Kuning I untuk mengeruk material dan menormalisasi aliran air.

Alat berat Satgas PRR juga diturunkan ke kawasan jembatan Desa Kuta Lesung untuk menangani tanggul yang jebol dan melakukan normalisasi. Sementara di Desa Bunga Melur, penutupan tanggul jebol dan pembangunan tanggul sementara dilakukan menggunakan alat berat bantuan pihak swasta.

BPBD bersama Satpol PP turut mengerahkan petugas untuk mengawal warga yang menggunakan jembatan penyeberangan darurat di Desa Mbarung. Selain itu, tenda posko pengungsi didirikan di Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi perkembangan situasi.

“Meski banjir berdampak pada 1.920 jiwa, belum ada pengungsi maupun korban jiwa berdasarkan pendataan sementara” imbuh Dodi. []