LENSAPOST.NET – Bagi sebagian anak, berdiri di atas panggung dan berbicara di hadapan banyak orang bukan perkara mudah. Namun, puluhan anak di Banda Aceh membuktikan bahwa keberanian dapat tumbuh ketika mereka diberi ruang untuk mencoba.
Hal itu terlihat dalam lomba “Aku Anak Indonesia: Aku Berani Membaca Nyaring” yang digelar Read Aloud Anak Banda Aceh di Gedung B, Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh (BPK Aceh), Minggu (30/8/2026).
Mengusung tagline “Little Stories, Big Memories”, kegiatan tersebut diikuti puluhan anak yang terbagi dalam kategori Little Reader usia 4–5 tahun dan Young Reader usia 6–7 tahun.
Sejak pukul 08.30 WIB, suasana gedung dipenuhi keceriaan peserta dan orang tua. Satu per satu anak maju ke depan untuk membacakan cerita, menghadapi sorotan penonton sekaligus melawan rasa gugup mereka sendiri.
Bagi penyelenggara, keberanian anak untuk naik ke panggung justru menjadi kemenangan yang lebih penting daripada sekadar memperoleh juara.
“Alhamdulillah acaranya berjalan lancar dan meriah. Tujuannya tercapai, yaitu menumbuhkan keberanian anak dan kecintaan pada buku sejak dini. Kami tidak melihat siapa pemenangnya saja, tetapi bagaimana anak-anak berani naik ke panggung itu sudah sebuah kemenangan,” ujar Founder Read Aloud Anak Banda Aceh, Nurul Hajni.
Penampilan peserta dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari pegiat literasi anak Aceh, yakni Kak Beby, Kak Rahmi, Kak Euis, dan Kak Chika.
Kak Beby mengatakan, keberanian anak untuk tampil menjadi modal penting dalam membangun budaya literasi di Aceh.
“Anak-anak hari ini luar biasa. Ada yang masih gugup, ada yang semangat sekali. Yang penting mereka mau mencoba. Ini modal besar untuk masa depan literasi Aceh,” kata Kak Beby mewakili dewan juri.
Tak hanya anak-anak yang antusias. Sejumlah orang tua juga hadir sejak pagi untuk memberikan dukungan langsung kepada putra-putri mereka. Kehadiran ayah dan ibu menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana aman bagi anak untuk belajar dan tampil.
Salah seorang ibu peserta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan karena memberikan ruang bagi anak untuk belajar tanpa takut salah.
Menurut Husnul Hafiza, Ketua Pelaksana Batch 4 Read Aloud Anak Banda Aceh, kegiatan tersebut dirancang bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga membangun berbagai keterampilan anak.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya diajak membaca, tetapi juga membangun rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, serta keberanian untuk menyampaikan cerita dan gagasan di hadapan orang banyak,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengalaman tampil di atas panggung diharapkan menjadi memori positif yang terus melekat dalam perkembangan anak.
Dengan semangat “Little Stories, Big Memories”, kegiatan tersebut diharapkan mendorong keluarga menjadikan membaca sebagai aktivitas rutin di rumah.
Lebih dari sekadar perlombaan, panggung membaca nyaring ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar bahwa keberanian tidak selalu berarti tampil tanpa rasa takut. Keberanian justru dimulai ketika mereka tetap maju, membuka buku, dan berani membaca meski masih merasa gugup.
Penyelenggara berharap semangat “Aku Anak Indonesia, Aku Berani Membaca Nyaring” terus tumbuh di rumah, sekolah, dan komunitas sebagai bagian dari upaya membangun budaya literasi anak di Aceh.












