LENSAPOST.NET — Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Aceh bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, Puskesmas Kejuruan Muda, dan Pemerintah Gampong Pangkalan memperkuat kapasitas kader Posyandu melalui Pelatihan 25 Kompetensi Dasar Kader Posyandu di Desa Pangkalan, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Recovery Kebencanaan dan Revitalisasi Posyandu tersebut dilaksanakan selama dua hari, 21–22 Agustus 2026, di Gedung Posyandu Desa Pangkalan. Sebanyak 27 peserta mengikuti pelatihan, terdiri atas 20 kader Posyandu dan tujuh perwakilan Dinas Kesehatan.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kembali layanan kesehatan berbasis masyarakat melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader. Dalam 25 kompetensi dasar, peserta dibekali kemampuan mengidentifikasi sasaran, melakukan pengukuran dan pemeriksaan dasar, mengenali faktor risiko atau masalah kesehatan, memberikan edukasi, melakukan pencatatan, hingga memastikan tindak lanjut atau rujukan.
Kegiatan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang. Metode pelatihan dilakukan melalui ceramah, diskusi, demonstrasi, simulasi, studi kasus, praktik lapangan, serta post-test.
Pendekatan tersebut dirancang agar kader tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung dalam pelayanan Posyandu di tingkat desa.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, dr. Mustakim, M.Kes., Sp.DLP, mengapresiasi kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, dengan adanya Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa ini kita terbantu, apalagi dalam pelatihan kader ini. Fasilitatornya juga mampu mengikuti ritme Dinas Kesehatan dan memahami apa yang dibutuhkan masyarakat,” ujar Mustakim.
Sementara itu, Fasilitator Recovery Kebencanaan LKC Dompet Dhuafa Aceh wilayah Aceh Tamiang, Reza Angreini, S.Tr.Kes., mengatakan pelatihan tersebut merupakan salah satu tahapan dalam rangkaian program yang dirancang untuk memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat.
“Kader adalah bagian penting dari pelayanan kesehatan di tingkat desa. Karena itu, penguatan kapasitas mereka menjadi fondasi agar pelayanan yang kita bangun bersama dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” ujar Reza.
Menurutnya, penguatan kapasitas kader akan dilanjutkan melalui berbagai kegiatan pendampingan dan pelayanan masyarakat hingga Desember 2026. Rangkaian program tersebut mencakup penguatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), Pos Sehat Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), skrining Penyakit Tidak Menular (PTM), edukasi KIA, pendampingan kader, serta monitoring dan evaluasi.
Dengan demikian, pelatihan tidak berhenti pada peningkatan kapasitas peserta, tetapi berlanjut pada penerapan kompetensi dalam pelayanan kesehatan di tengah masyarakat.
Kepala Wilayah LKC Dompet Dhuafa Aceh, Arfan Ramadhan, mengatakan pemulihan pascabencana perlu dilakukan dengan memperkuat sumber daya manusia sekaligus layanan yang dekat dengan masyarakat.
“Recovery tidak hanya tentang mengembalikan fasilitas yang terdampak, tetapi juga memastikan orang-orang yang menjalankan pelayanan memiliki kapasitas yang kuat. Karena itu, penguatan kader menjadi bagian penting dari upaya membangun kembali layanan kesehatan yang dapat berjalan bersama masyarakat,” kata Arfan.
Ia menambahkan, kolaborasi antara LKC, Dinas Kesehatan, Puskesmas, pemerintah gampong, dan masyarakat menjadi kunci agar program yang dijalankan sesuai kebutuhan serta dapat berkelanjutan.
“LKC hadir untuk mendukung dan memperkuat sistem yang sudah ada. Harapannya, kader, Puskesmas, pemerintah gampong, dan masyarakat dapat terus bekerja bersama sehingga pelayanan kesehatan di tingkat desa semakin kuat dan tidak bergantung pada satu pihak saja,” ujarnya.
Melalui pelatihan tersebut, kader memperoleh penguatan mengenai tugas, fungsi, dan tanggung jawab dalam pelayanan kesehatan masyarakat secara terpadu. Diskusi, simulasi, dan praktik juga menjadi ruang bagi peserta untuk menghubungkan materi dengan kondisi yang mereka temui di lapangan.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung keberlanjutan pelayanan kesehatan di tingkat desa.
Hingga Desember 2026, rangkaian Program Recovery Kebencanaan dan Revitalisasi Posyandu akan terus diarahkan pada penguatan layanan serta pendampingan masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, program tidak hanya berfokus pada pemulihan layanan kesehatan pascabencana, tetapi juga membangun kapasitas kader agar mampu menjadi penggerak kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Penulis:
Imam Maulana












