LENSAPOST.NET – Badan Anggaran DPRK Banda Aceh mendorong pengelolaan retribusi sampah dilakukan secara digital dan non-tunai untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Banggar meminta Dinas Lingkungan Hidup mengoptimalkan aplikasi e-Resam sebagai sarana pengutipan retribusi sampah.
Pelapor Banggar DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, mengatakan inovasi digital diperlukan agar pengelolaan retribusi lebih optimal dan transparan.
Selain persoalan retribusi, Banggar juga menyoroti kondisi armada pengangkut sampah.
Dinas Lingkungan Hidup diminta melakukan pemeriksaan berkala terhadap truk pengangkut sampah yang sudah mengalami keropos.
Pemeriksaan diperlukan agar cairan atau limbah dari kendaraan tidak bocor dan tercecer di sepanjang jalan saat proses pengangkutan.
Banggar juga meminta pengecekan rutin terhadap pohon-pohon yang sudah rapuh atau rawan tumbang karena berpotensi membahayakan masyarakat.

![Gedung DPRK Banda Aceh [Foto:detikcom]](https://lensapost.net/wp-content/uploads/2024/06/images-1-250x140.jpeg)









