LENSAPOST.NET – Tim OSIS SLB TNCC kembali menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako hasil donasi Jumat kepada Rumah Singgah BFLF, Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini dipimpin Ketua OSIS Muhammad Daffa Alrazan bersama dua anggota lainnya, Chiko Adelio dan Teuku Farih Asykar.
Penyaluran bantuan turut dihadiri Pembina OSIS Rahmah Tina, S.Pd.,Gr serta didampingi PJ UKS Liwaul Hamdi, S.Pd.,Gr. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, telur, garam, teh, hingga perlengkapan kebersihan seperti sabun cuci piring dan lantai.
Rahmah Tina menjelaskan, program berbagi ini merupakan kegiatan rutin OSIS SLB TNCC yang dilaksanakan setiap bulan sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa berkebutuhan khusus untuk berinteraksi langsung di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini bukan hanya berbagi, tetapi juga melatih kemampuan komunikasi dan interaksi anak-anak di luar lingkungan sekolah. Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berbuat baik,” ujarnya.
Bantuan tersebut disambut hangat oleh para pasien Rumah Singgah BFLF serta mahasiswa AKIMBA yang sedang menjalani praktik di lokasi tersebut. Rahmah berharap, bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para penghuni sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara SLB TNCC dan BFLF.
Sementara itu, Kepala SLB TNCC DM. Ria Hidayati, S.Psi., M.Ed.,Gr mengapresiasi konsistensi tim OSIS dalam menggalang dana sosial melalui program infaq Jumat yang didukung oleh orang tua siswa. Ia menyebutkan, hasil donasi tidak hanya disalurkan ke rumah singgah, tetapi juga untuk bantuan kemanusiaan seperti donasi untuk Palestina dan korban banjir Aceh tahun 2025.
“Pembiasaan baik ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan. Masyarakat perlu mengetahui bahwa anak berkebutuhan khusus juga mampu berkontribusi nyata dalam membantu sesama,” ungkapnya.
Sebagai mitra yang telah bekerja sama selama beberapa tahun terakhir, BFLF diharapkan terus menjadi wadah kolaborasi kegiatan sosial. Bantuan rutin yang diberikan diharapkan mampu menjadi penyemangat bagi pasien maupun pengelola rumah singgah.












