Perkuat Peran Dayah dalam Peradaban, 24 Teungku Dayah Ikuti Pelatihan SDM di Banda Aceh

Lensapost.net I Banda Aceh — Sebanyak 24 tenaga pendidik dayah dari berbagai kabupaten/kota di Aceh mengikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Teungku Dayah yang digelar di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, pada 27–29 April 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis Dinas Pendidikan Dayah Aceh dalam memperkuat kualitas pendidikan berbasis dayah.

Pelatihan ini dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd., yang menekankan bahwa tenaga pendidik dayah memiliki peran sentral dalam menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Islam di tengah dinamika modernitas.

“Dayah bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga pusat peradaban. Karena itu, kualitas tenaga pendidiknya harus terus ditingkatkan,” ujar Muhsin.

Dengan mengusung tema “Optimalisasi Peran Tenaga Pendidik Dayah sebagai Pilar Peradaban Bangsa”, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi pendidikan yang memberikan materi terkait inovasi pembelajaran, peningkatan kompetensi profesional, serta penguatan nilai-nilai keislaman dalam proses pendidikan.

Peserta yang terdiri dari teungku, guru, dan ustazah berasal dari berbagai latar belakang dayah, baik salafi maupun modern. Mereka diberikan ruang untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, serta melakukan evaluasi terhadap metode pembelajaran yang selama ini diterapkan di masing-masing dayah.

Ketua panitia, Andriansyah, S.Ag., M.H., menyebutkan bahwa pelatihan ini memiliki beberapa tujuan utama, di antaranya sebagai wadah silaturrahmi, peningkatan metode pembelajaran, penambahan wawasan keilmuan, serta mendorong introspeksi terhadap sistem pendidikan di dayah.

“Harapannya, para peserta mampu membawa perubahan positif di lingkungan masing-masing, sehingga melahirkan santri yang berprestasi dan berdaya saing,” katanya.

Salah seorang peserta, Tgk. Syarkawi, guru Dayah Ma’had Babul Ulum Abu Lueng Ie Al-Aziziyah Aceh Besar, menyampaikan apresiasinya terhadap pelatihan ini. Ia menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam membuka wawasan baru terkait metode pembelajaran yang lebih efektif.

“Ini kesempatan yang sangat baik bagi kami untuk belajar dan memperbaiki cara mengajar, sehingga santri lebih mudah memahami pelajaran,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup oleh Kabid Pembinaan SDM, Andriansyah, dengan penekanan pada pentingnya implementasi hasil pelatihan dalam praktik nyata di dayah. []