LENSAPOST.NET – Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Daniel A Wahab, menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Banda Aceh tahun ini harus menjadi momentum refleksi dan evaluasi bagi seluruh pihak.
“HUT Banda Aceh harus jadi momen evaluasi, apa yang sudah berhasil kita lanjutkan, dan yang belum harus berani kita perbaiki demi rakyat,” ujar Daniel, Rabu 22 April 2026.
Ia menyebutkan, capaian pembangunan di Banda Aceh saat ini menunjukkan banyak kemajuan. Namun demikian, berbagai tantangan masih nyata dan perlu mendapat perhatian serius.
“Banyak kemajuan, tapi tantangan masih nyata. Fokus kita ke depan adalah memastikan pembangunan benar-benar dirasakan sampai ke tingkat gampong,” katanya.
Daniel juga menegaskan sejumlah prioritas utama yang harus menjadi perhatian pemerintah kota ke depan. Menurutnya, pelayanan publik yang cepat, pertumbuhan ekonomi rakyat, serta pemerataan pendidikan menjadi fokus utama.
“Prioritas kami jelas: pelayanan publik yang cepat, ekonomi rakyat yang tumbuh, dan pendidikan yang berkualitas serta merata, serta pembangunan berkeadilan,” tegasnya.
Dalam hal kinerja pemerintah kota, DPRK memberikan apresiasi terhadap berbagai capaian yang telah diraih. Namun, fungsi pengawasan tetap akan diperkuat agar setiap kebijakan benar-benar tepat sasaran.
“Kami mengapresiasi yang sudah berjalan baik, tapi pengawasan tetap kami perkuat agar setiap kebijakan tepat sasaran dan berpihak pada masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Daniel menilai tantangan terbesar yang dihadapi Banda Aceh saat ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi bagaimana memastikan keadilan bagi seluruh masyarakat.
“Tantangan terbesar bukan hanya membangun, tapi memastikan keadilan—agar semua warga merasakan manfaat pembangunan tanpa terkecuali,” jelasnya.
Di sektor ekonomi, ia menekankan pentingnya mendorong pertumbuhan dari bawah dengan memperkuat peran UMKM dan pelaku usaha kecil.
“Ekonomi harus tumbuh dari bawah. UMKM, pasar rakyat, dan pelaku usaha kecil harus jadi prioritas, bukan hanya sektor besar,” katanya.
Daniel juga menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda Banda Aceh agar berperan aktif dalam pembangunan.
“Anak muda adalah masa depan kota ini. Kami ingin mereka kreatif, mandiri, dan berani mengambil peran dalam pembangunan,” tuturnya.
Terkait transparansi, ia menegaskan bahwa pengelolaan anggaran harus dilakukan secara terbuka dan akuntabel.
“Transparansi bukan pilihan, tapi kewajiban. Setiap rupiah anggaran harus jelas manfaatnya dan bisa dipertanggungjawabkan ke publik,” tegasnya.
DPRK Banda Aceh berkomitmen untuk terus memperkuat fungsi pengawasan serta memastikan kebijakan daerah benar-benar berpihak kepada rakyat.
“Kami akan memperkuat fungsi pengawasan dan memastikan kebijakan daerah benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat,” pungkasnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan membangun Kota Banda Aceh.
“Kemajuan kota ini adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak bisa sendiri—partisipasi masyarakat adalah kunci. Banda Aceh adalah kota kita, mari kita jaga bersama kota kita tercinta,” tutupnya. []












