LENSAPOST.NET — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Gampong Binaan (PKM-BGB) Universitas Syiah Kuala (USK) menjalin kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dalam rangka pengembangan wisata edukasi bencana sekaligus penguatan desa tangguh bencana di Gampong Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar.
Kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi yang digelar di Kantor BPBA Provinsi Aceh, Rabu (5/2/2026). Audiensi dipimpin Ketua Tim PKM-BGB USK, Ir. Freddy Sapta Wirandha, S.T., M.Eng, didampingi mahasiswa pelaksana program, dan diterima langsung oleh Fazli, Seksi Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBA beserta jajaran.
Dalam pertemuan tersebut, Tim PKM-BGB memaparkan berbagai program yang telah dilaksanakan di Gampong Lamreh, khususnya pengembangan wisata edukasi bencana dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir yang berada di kawasan rawan bencana.
Gampong Lamreh yang terletak di pesisir Samudra Hindia diketahui memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam. Secara geologis, kawasan ini tersusun atas sedimen klastik, material vulkanik, batupasir berkapur, serta breksi vulkanik yang disertai rekahan dan patahan akibat pelapukan. Selain itu, wilayah ini dilintasi sesar aktif dan berada di zona subduksi Lempeng Indo-Australia, sehingga berpotensi terdampak gempa bumi dan tsunami.
“Gampong Lamreh memiliki potensi wisata yang sangat besar, namun juga berada di kawasan rawan bencana. Karena itu, program PKM-BGB tidak hanya fokus pada pengembangan ekowisata, tetapi juga mengintegrasikan edukasi mitigasi bencana dan kesiapsiagaan masyarakat,” ujar Freddy.
Menurutnya, kerentanan bencana tersebut justru dapat ditransformasikan menjadi nilai tambah melalui konsep wisata edukasi kebencanaan, sehingga wisatawan tidak hanya berkunjung, tetapi juga memperoleh pengetahuan dan kesadaran tentang bencana.
Salah satu inovasi unggulan dalam program ini adalah pengembangan aplikasi “Explore Lamreh” yang dilengkapi Fitur Kebencanaan sebagai salah satu dari empat fitur utama. Fitur tersebut menyajikan informasi terkini terkait empat jenis bencana utama yang relevan dengan kondisi Gampong Lamreh, serta telah terintegrasi dengan Peta Sistem Informasi Geografis (SIG).
Sementara itu, Fazli menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan Tim PKM-BGB USK. Menurutnya, pengintegrasian aspek kebencanaan dalam pengembangan wisata merupakan pendekatan strategis yang sejalan dengan visi BPBA dalam membangun masyarakat Aceh yang tangguh bencana.
“Kami sangat mengapresiasi upaya ini. Wisata edukasi kebencanaan merupakan strategi efektif untuk meningkatkan literasi bencana, tidak hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan,” kata Fazli.
BPBA, lanjutnya, mendukung keberlanjutan program tersebut dan mendorong Gampong Lamreh dikembangkan sebagai desa wisata tangguh bencana. Dengan potensi yang dimiliki, Lamreh dinilai layak menjadi model desa tangguh bencana sekaligus destinasi wisata edukasi kebencanaan di Aceh.
“Dengan dukungan BPBA, kami optimistis Gampong Lamreh dapat berkembang menjadi destinasi ekowisata berkelanjutan sekaligus model desa wisata tangguh bencana,” tutup Freddy.
Program wisata edukasi bencana ini diharapkan dapat direplikasi di gampong-gampong lain di Aceh yang berada di wilayah rawan bencana.












