Lensapost.net | Bireuen — Sekretaris Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah V Aceh, Dr. Bustami Abubakar, M.Hum., mengapresiasi kiprah Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia (UNISAI) Samalanga dalam pengembangan pendidikan tinggi keislaman di Aceh.
Apresiasi tersebut disampaikan Dr. Bustami dalam Wisuda Angkatan XIV UNISAI Tahun 2026 yang diikuti 1.001 wisudawan dan wisudawati di Batee Iliek, Samalanga, Sabtu (22/8/2026).
Bustami mengatakan UNISAI memiliki posisi penting dalam sejarah pendidikan tinggi Islam swasta di Aceh. Menurutnya, UNISAI merupakan universitas pertama di lingkungan Kopertais Wilayah V Aceh sehingga memiliki tanggung jawab besar untuk terus menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan.
“UNISAI merupakan universitas yang membanggakan di lingkungan Kopertais Wilayah V Aceh. Karena itu, harus terus menjaga semangat untuk selalu terdepan dalam pengembangan pendidikan,” ujar Bustami.
Ia berharap posisi tersebut menjadi motivasi bagi UNISAI untuk terus meningkatkan kualitas kelembagaan, akademik, penelitian, serta inovasi pendidikan.
Kopertais Bina 39 PTKIS
Bustami menjelaskan, Kopertais Wilayah V Aceh saat ini membina 39 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) yang tersebar di berbagai wilayah Aceh.
Pembinaan tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari ketenagaan, kelembagaan, penelitian, sarana dan prasarana hingga bidang akademik.
Menurutnya, banyaknya PTKIS yang berada dalam pembinaan Kopertais menjadi tantangan tersendiri, terutama karena keterbatasan sumber daya manusia.
Namun, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi kualitas pelayanan dan pembinaan perguruan tinggi Islam swasta di Aceh.
“Kita memiliki banyak tugas yang harus dilayani. Seluruh arahan dari lima subdirektorat di Direktorat Pendidikan Tinggi Keislaman harus ditindaklanjuti oleh Kopertais,” jelasnya.
Ia menegaskan, peningkatan mutu perguruan tinggi harus menjadi tanggung jawab bersama antara pengelola perguruan tinggi, dosen, mahasiswa, alumni dan seluruh pemangku kepentingan.
Ilmu Harus Diamalkan
Dalam kesempatan tersebut, Bustami juga berpesan kepada 1.001 wisudawan UNISAI agar tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik.
Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama menjalani pendidikan harus diwujudkan dalam bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat.
“Ilmu yang telah diperoleh harus diamalkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Jadilah lulusan yang mampu menjaga nama baik almamater dan menjadi agen perubahan,” pesannya.
Ia menilai integrasi tradisi keilmuan dayah dengan sistem pendidikan tinggi modern menjadi salah satu kekuatan UNISAI.
Tradisi dayah yang menekankan ilmu agama, adab dan pembentukan karakter, menurutnya, dapat menjadi fondasi penting bagi lulusan dalam menghadapi perkembangan zaman.
Bustami berharap UNISAI terus meningkatkan kualitas kelembagaan dan akademik tanpa kehilangan identitas sebagai perguruan tinggi Islam yang berakar pada tradisi dayah.
Rektor UIN Ar-Raniry Berhalangan Hadir
Sementara itu, Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Tgk. Mujiburrahman, M.Ag., selaku Koordinator Kopertais yang sebelumnya telah memastikan kehadirannya dalam wisuda tersebut, berhalangan hadir karena harus bertolak ke Jakarta.
Keberangkatan tersebut berkaitan dengan agenda pengurusan dan pengembangan program studi baru Kedokteran di UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Meski tidak dapat hadir secara langsung, Prof. Mujiburrahman tetap menyampaikan salam penghormatan kepada seluruh keluarga besar UNISAI, khususnya Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Abu Syekh H. Hasanoel Basri HG atau Abu Mudi, pimpinan dan dosen UNISAI, serta para wisudawan dan wisudawati.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah memberikan doa, dukungan dan pengorbanan hingga putra-putri mereka berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi.
Menurutnya, keberhasilan sebuah wisuda tidak hanya merupakan capaian pribadi mahasiswa, tetapi juga buah dari perjuangan panjang keluarga, para guru dan dosen serta seluruh pihak yang mendampingi perjalanan pendidikan.
Momentum wisuda, lanjutnya, hendaknya menjadi awal bagi para lulusan untuk memperluas pengabdian dan mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh.
Melalui momentum tersebut, UNISAI diharapkan semakin kuat sebagai lembaga pendidikan Islam yang mampu melahirkan lulusan berilmu, berakhlak, profesional dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
“Semoga para lulusan mampu membawa nama baik almamater dan memberikan kontribusi nyata bagi agama, masyarakat dan bangsa,” demikian pesan yang disampaikan Prof. Mujiburrahman.












