Hutama Karya Tegaskan Komitmen Zero ODOL

LENSAPOST.NET – PT Hutama Karya (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung Gerakan Nasional Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) melalui pelaksanaan Operasi ODOL secara rutin di berbagai ruas tol yang dikelola. Langkah ini menjadi bagian dari kampanye keselamatan “SETUJU” (Selamat Sampai Tujuan) guna menciptakan perjalanan yang aman serta menjaga keandalan infrastruktur jalan tol.

Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan kendaraan ODOL masih menjadi tantangan serius karena berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan sekaligus mempercepat kerusakan infrastruktur.

“Kendaraan ODOL tidak hanya melanggar ketentuan, tetapi juga memiliki risiko tinggi mengalami kegagalan pengereman, kehilangan kendali, hingga terguling yang membahayakan pengguna jalan lain. Selain itu, beban berlebih dapat mengurangi umur layanan jalan tol,” ujar Hamdani, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan dimensi dan muatan kendaraan menjadi kunci dalam menciptakan sistem transportasi yang aman, tertib, dan berkelanjutan.

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Hutama Karya mencatat sebanyak 1.280 kendaraan angkutan barang terjaring dalam Operasi ODOL. Dari jumlah tersebut, 775 kendaraan dinyatakan memenuhi ketentuan, sementara 505 kendaraan terindikasi melanggar aturan dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan.

Operasi tersebut digelar di sejumlah ruas tol yang dikelola perusahaan, di antaranya Tol Binjai–Langsa, Indrapura–Kisaran, Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat, Pekanbaru–XIII Koto Kampar, Palembang–Indralaya, Indralaya–Prabumulih, Terbanggi Besar–Kayu Agung, Bengkulu–Taba Penanjung, Pekanbaru–Dumai, Betung–Jambi, Sigli–Banda Aceh, Padang–Sicincin, JORR Seksi S, serta akses Tanjung Priok.

Selain operasi lapangan, Hutama Karya juga mengoptimalkan sistem Weigh in Motion (WIM) sebagai langkah preventif. Selama periode yang sama, sistem tersebut mendeteksi 342.748 kendaraan angkutan barang yang terindikasi melanggar ketentuan dimensi dan/atau muatan.

“Pengawasan ini bukan sekadar penegakan aturan, tetapi bagian dari upaya menjaga keselamatan pengguna jalan serta keandalan layanan jalan tol,” tambah Hamdani.

Hutama Karya mengajak pelaku usaha angkutan barang dan pengemudi untuk memastikan kendaraan memenuhi ketentuan yang berlaku. Kepatuhan tersebut dinilai penting untuk mencegah kecelakaan serta menjaga kondisi infrastruktur tetap optimal.

Selain itu, pengguna jalan diimbau untuk mematuhi batas kecepatan, menjaga jarak aman, menggunakan lajur sesuai peruntukan, serta memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan.

Melalui kampanye “SETUJU”, Hutama Karya juga terus mengedukasi masyarakat mengenai bahaya kendaraan ODOL melalui berbagai media, seperti Variable Message Sign (VMS), spanduk, media sosial, hingga pengumuman langsung di gerbang tol dan rest area.

Untuk mendukung kenyamanan pengguna jalan, Hutama Karya menyediakan aplikasi Mozy yang memuat informasi tarif tol, kondisi lalu lintas, lokasi rest area dan SPBU, hingga fitur darurat (SOS). Pengguna jalan juga dapat menghubungi Call Center Terintegrasi di 150-700 atau WhatsApp 0811-2777-000 untuk mendapatkan bantuan.

Hutama Karya menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam mendukung implementasi Gerakan Nasional Zero ODOL guna mewujudkan jalan tol yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan.