LENSAPOST. NET— Sekretaris Yayasan HAkA, Badrul Irfan, mengingatkan bahwa populasi gajah Sumatera kini berada di ambang kepunahan.
Ia mengajak para jurnalis untuk berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian satwa liar.
Hal ini disampaikan pada acara pelatihan hukum lingkungan hidup untuk jurnalis di Banda Aceh , Kamis 6 November 2025.
“Rekan-rekan wartawan memiliki peran penting untuk mendorong pandangan yang positif terhadap upaya pelestarian lingkungan. Apalagi sekarang sudah ada undang-undang yang memperkuat perlindungan satwa dan kawasan hutan,” ujar Badrul Irfan dalam kegiatan diskusi lingkungan di Banda Aceh.
Menurutnya, jurnalis tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai agen perubahan yang dapat memengaruhi perilaku publik terhadap alam.
“Kita hadir di dunia ini sebagai khalifah di muka bumi, yang diberikan kepercayaan besar untuk menjaga alam,” tambahnya.
Badrul juga menyoroti kekayaan alam Aceh yang luar biasa, termasuk keberadaan gajah Sumatera di bentang alam Leuser yang menjadi salah satu kawasan kunci di Indonesia.
“Aceh memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi — ada sekitar 200 spesies mamalia dan 380 jenis burung yang hidup di kawasan ini. Ini kekayaan yang tidak dimiliki daerah lain,” jelasnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, lembaga lingkungan, dan media dapat memperkuat upaya pelestarian satwa dan habitatnya di Aceh. []












