LENSAPOST.NET — Meuseraya Festival 2026 tidak hanya diarahkan sebagai ajang promosi produk usaha, tetapi juga membawa agenda penguatan generasi muda dan pemulihan ekonomi Aceh pascabencana.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, mengatakan sejumlah kegiatan dalam Meuseraya dirancang untuk membuka ruang bagi generasi muda sekaligus memperkuat sektor-sektor produktif di Aceh.
Meuseraya Festival 2026 akan berlangsung pada 22-25 Oktober 2026 di Balai Meuseuraya Aceh, Banda Aceh.
Dalam agenda generasi muda, festival menghadirkan Showcase Wastra Aceh, Lomba Rapai, Lomba Ratoh Jaro dan Meuseraya Idol.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong munculnya ruang kreativitas dan peluang ekonomi bagi generasi muda.
Di sisi lain, Meuseraya 2026 juga memasukkan agenda pemulihan ekonomi pascabencana melalui sektor pertanian.
Salah satunya dengan menghadirkan Island Pertanian dan Wall of Farm. Selain itu, disiapkan talkshow yang mempertemukan calon buyer dengan pelaku UMKM dan sektor pertanian.
Penguatan rantai nilai juga menjadi salah satu agenda melalui pengembangan sektor kopi dan cokelat Nanggroe dari hulu hingga hilir.
Rangkaian kegiatan tersebut dilengkapi Lomba Dapur Irifasi, Kenduri Rayeuk Infrasi serta Bazar Fesyen dan Kriya Seuramoe.
Agus mengatakan Meuseraya Festival 2026 dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi, instansi vertikal, perbankan, Dekranasda Aceh, Bhayangkari hingga Persit Aceh.
Kolaborasi itu sejalan dengan tiga pilar Meuseraya 2026, yakni #Meuhasee atau berdampak, #Meusapat atau berhimpun bersama, dan #Meuseraya atau bersinergi.
Meuseraya 2026 menargetkan sekitar 20 ribu pengunjung secara luring dan daring, melibatkan 140 UMKM dalam Expo, bazar dan business matching, serta menargetkan omzet dan business matching ekspor lebih dari Rp5 miliar.
Festival ini juga menargetkan lebih dari 1.200 peserta mengikuti enam forum dan talkshow tematik.
Dengan berbagai agenda tersebut, Meuseraya 2026 membawa konsep kolaborasi untuk mendorong ekonomi Aceh yang inklusif, berdaya saing dan berkelanjutan.










