LENSAPOST.NET – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026 di wilayah Kodim 0110 Aceh Barat Daya (Abdya) kembali digelar dan menyasar wilayah terpencil.
Pelaksanaan program ini berdasarkan Surat Telegram Pangdam Iskandar Muda Nomor ST/607/2026 tertanggal 6 April 2026, dengan masa kegiatan selama 30 hari, terhitung mulai 22 April hingga 21 Mei 2026. TMMD tahun ini mengusung tema “Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa.”
Komandan Kodim (Dandim) 0110 Abdya, Letkol Inf Rana Mega Al-Amin secara resmi membuka kegiatan tersebut di lapangan bola Gampong Gunong Cut, Kecamatan Tangan-Tangan, Rabu (22/4/2026).
Dalam sambutannya, Rana menjelaskan bahwa program TMMD bertujuan untuk menghadirkan pembangunan sarana dan prasarana di tengah masyarakat, khususnya di wilayah yang masih membutuhkan perhatian.
Selain itu, program ini juga diharapkan mampu mendukung percepatan pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Program ini berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan fisik dan nonfisik. Di sisi lain, kegiatan ini juga mendukung aspek pertahanan darat guna menciptakan suasana kondusif dan stabilitas keamanan,” ujarnya.
Adapun sasaran fisik TMMD ke-128 di wilayah Abdya meliputi pembukaan badan jalan sepanjang 2.500 meter dengan lebar 8 meter.
Sementara itu, sasaran nonfisik yang dilaksanakan antara lain:
- Penguatan ketahanan pangan seluas 1 hektare
- Program TNI Manunggal Air di 5 titik
- Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 5 unit
- Pembangunan MCK sebanyak 5 unit
- Penyaluran 100 paket makanan tambahan bagi penderita stunting
- Penanaman pohon dalam program “Bersatu dengan Alam”
- Pembersihan fasilitas umum dan fasilitas sosial di lokasi TMMD
- Bakti sosial TNI berupa pembagian sembako
- Layanan pengobatan gratis
- Donor darah
- Pasar murah
- Sunatan massal
- Pelatihan UMKM
- Kegiatan imunisasi dan posyandu
- Pelayanan pemasangan kontrasepsi
Kegiatan TMMD ini melibatkan berbagai unsur, dengan total personel terdiri dari Kelompok Komando Satgas sekitar 15 orang, Tim Asistensi 25 orang, SSK penugasan 110 personel, serta partisipasi aktif masyarakat setempat setiap harinya.











