Umum  

Pemkab Aceh Selatan Luncurkan Program Digitalisasi IFP

IST

LENSAPOST. NET— Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan resmi meluncurkan program digitalisasi pembelajaran di satuan pendidikan melalui penggunaan Interactive Flat Panel (IFP). Program tersebut ditandai dengan launching yang digelar di SD Negeri 5 Unggul Tapaktuan, Kamis (12/03).

Peluncuran program ini menjadi langkah awal Pemkab Aceh Selatan dalam mendorong transformasi pendidikan berbasis teknologi di sekolah-sekolah.

Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, mengatakan dunia pendidikan saat ini sedang mengalami perubahan yang sangat cepat seiring perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, metode belajar konvensional tidak lagi cukup untuk menjawab tantangan zaman.

“Dunia sedang berubah dengan sangat cepat. Kita tidak lagi berada di era di mana papan tulis dan kapur menjadi satu-satunya jendela ilmu. Hari ini batas-batas ruang kelas telah runtuh oleh kekuatan teknologi informasi,” kata Mirwan.

Ia menegaskan, jika daerah tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan tersebut, maka generasi muda akan tertinggal dalam persaingan global yang semakin kompetitif.

Menurut Mirwan, Aceh Selatan dengan segala potensi sumber daya alam dan manusia yang dimiliki tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah arus transformasi digital.

“Kita harus menjadi bagian dari perubahan, bahkan menjadi pelaku yang mendorong kemajuan tersebut,” ujarnya.

Melalui program digitalisasi pembelajaran dengan Interactive Flat Panel (IFP), pemerintah daerah berupaya menghadirkan teknologi modern langsung ke ruang kelas. Dengan perangkat tersebut, proses belajar mengajar diharapkan menjadi lebih interaktif, efektif, dan menarik bagi siswa.

Mirwan juga menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan digital di seluruh wilayah Aceh Selatan. Ia berharap siswa di berbagai kecamatan, mulai dari Labuhanhaji Barat hingga Trumon Timur, dapat memperoleh akses materi pembelajaran dengan kualitas yang setara dengan siswa di kota-kota besar.

“Harapan kita program ini dapat mendukung proses belajar siswa agar lebih efektif dan membuka akses yang lebih luas terhadap beragam pengetahuan,” katanya.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan para guru agar terus meningkatkan kapasitas diri dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi pendidikan.

Menurutnya, teknologi hanyalah alat, sementara peran guru sebagai inspirator dan pembimbing karakter tetap menjadi faktor utama dalam proses pendidikan.

“Saya meminta para guru untuk menguasai platform digital agar mampu menciptakan suasana belajar yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan,” ujar Mirwan.

Kepada para siswa, ia juga berpesan agar memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan diri, bukan sekadar untuk hiburan.

Sementara itu, Kabid SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Selatan, Rismarjon, mengatakan digitalisasi pembelajaran ini dirancang untuk membangun ekosistem pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan.

Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar antara guru dan siswa.

“Program ini fokus pada ekosistem pembelajaran digital yang interaktif dan menyenangkan. Mudah-mudahan launching digitalisasi pembelajaran oleh Bupati Aceh Selatan ini dapat menjadi tolak ukur kemajuan pendidikan di Negeri Pala,” kata Rismarjon. (*)