Berjalan di Tengah Genangan Banjir didampingi Banser, Gus Miftah Serahkan Bantuan 30 Ton dan Bagikan Sejumlah Uang kepada Warga Pijay

Lensapost. net I Pidie Jaya — Pendakwah nasional Gus Miftah kembali menunjukkan aksi nyata di tengah bencana banjir besar yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Kali ini, ia mengerahkan dua kontainer dan dua truk logistik berisi 30 ton beras, sembako, serta kebutuhan mendesak lainnya untuk masyarakat terdampak, khususnya wilayah yang masih terisolasi.

Setibanya di lokasi pada Kamis, (4/12/2025), Gus Miftah turun langsung meninjau sejumlah titik bencana. Ia berjalan menembus genangan air dan lumpur untuk mengecek kondisi warga yang belum tersentuh bantuan secara maksimal, terutama di Kecamatan Meureudu, Meurah Dua, Ulim, Bandar Dua, serta desa-desa pelosok yang aksesnya terputus.

“Ini bukan soal besar kecil bantuan, tapi soal tanggung jawab kemanusiaan. Saat saudara kita kesulitan, kewajiban kita adalah hadir,” ujar Gus Miftah

Distribusi bantuan dilakukan bersama relawan GP Ansor Pidie Jaya dan Banser, yang membantu evakuasi, pengaturan logistik, serta mendirikan pos distribusi di sejumlah titik pengungsian.

Sekretaris GP Ansor Pidie Jaya, Tgk Muhammad, mengatakan kehadiran Gus Miftah memberi energi moral bagi warga dan relawan lebih pekan menghadapi situasi sulit.

“Beliau datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi membawa harapan. Ini sangat berarti bagi warga dan kami yang bekerja di lapangan,” ujarnya.

Sejumlah warga menyampaikan rasa syukur dan kelegaan atas kedatangan bantuan tersebut.

“Sudah lebih dari seminggu kami bertahan. Baru kali ini bantuan datang langsung. Terima kasih Gus, kami rindu bantuan seperti ini. Bantuan selanjutnya sangat kami nantikan, dan penyalurannya kami percaya kepada Ansor-Banser Pidie Jaya,” ungkap Nurhayati, warga Meureudu.

Warga Meurah Dua dan Bandar Dua juga menyampaikan aspirasi serupa, menekankan bahwa kondisi mereka masih membutuhkan makanan, air bersih, selimut, dan alat pembersihan juga obat-obatan.

Adam warga Meurah Dua berharap langkah ini memicu tokoh nasional dan lembaga kemanusiaan lain untuk turut membantu.

“Kami berharap bantuan sembako dan lainnya termasuk obat-obatan juga dokter sangat dibutuhkan terlebih di kamp pengungsi tim dokter nihil, Terima kasih Gus Miftah atas bantuannya dan kehadiran mu dinanti masyarakat Aceh,” pintanya

Bencana banjir yang melanda Aceh sejak akhir November 2025 telah merendam ribuan rumah, menelan korban jiwa, serta memutus akses utama sehingga distribusi bantuan terhambat.

Gus Miftah menegaskan bahwa proses bantuan tidak berhenti di sini. Ia juga menyiapkan dukungan lanjutan, termasuk bantuan psikososial bagi anak-anak penyintas.

“Insyaallah kami tidak berhenti di sini. Selama rakyat membutuhkan, kami akan tetap datang dan bekerja sama dengan Ansor-Banser Pidie Jaya untuk memastikan bantuan tersalur tepat sasaran,” tegasnya.

Hingga laporan ini diturunkan, proses distribusi logistik dan evakuasi di wilayah terdampak masih terus berlangsung, sementara warga berharap perhatian dari berbagai pihak tetap berlanjut.