LENSAPOST. NET-Penyelenggaraan forum konsultasi publik rancangan awal rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) Kabupaten Aceh Selatan tahun 2025, sebagaimana dilaksanakan pada hari ini, merupakan kegiatan penting yang mewadahi seluruh pihak terkait untuk dapat bersama-sama merumuskan program dan kegiatan pembangunan di kabupaten aceh selatan.
Forum ini merupakan salah satu tahapan perencanaan pembangunan Kabupaten Aceh Selatan tahun 2025, sebagai penjabaran tahun kedua dari rencana pembangunan daerah (RPD) tahun 2024 – 2026.
Pj Bupati Aceh Selatan Cut Syazalisma dalam pidatonya mengatakan Melalui forum konsultasi publik ini, diharapkan dapat diperoleh masukan dan saran terhadap rancangan awal rencana kerja pemerintah daerah tahun 2025, yang akan dituangkan dalam berita acara dan resume yang menjadi dasar dalam perbaikan rancangan awal tersebut.
“Terdapat beberapa permasalahan dan hal penting yang harus menjadi fokus kita bersama, antara lain; pertama adalah laju pertumbuhan ekonomi kabupaten aceh selatan, pada tahun 2023 meningkat menjadi 4,20 % (empat koma dua puluh persen) dari sebelumnya 3,11 % (tiga koma sebelas persen) di tahun 2022. Peningkatan pertumbuhan ekonomi ini menunjukkan tren positif, dan ditargetkan pada tahun 2025 dapat kembali meningkat menjadi 4,32 % (empat koma tiga puluh dua persen)”, katanya.
Lanjutnya,Permasalahan kedua adalah persentase penduduk miskin kabupaten aceh selatan, yang pada tahun 2022 berada pada angka 12,10 % (dua belas koma sepuluh persen). Menjadi perhatian semua untuk dapat terus diturunkan menjadi 11,70 % (sebelas koma tujuh puluh persen) pada tahun 2025.
Selanjutnya, yang ketiga, adalah indeks pembangunan manusia (ipm) kabupaten aceh selatan, yang pada tahun 2023 nilainya 71,14 % (tujuh puluh satu koma empat belas persen), dengan target dapat mencapai 71,31 % (tujuh puluh satu koma tiga puluh satu persen) pada tahun 2025.
“Dan permasalahan keempat yang tak kalah penting, adalah tingkat pengangguran terbuka (tpt) kabupaten aceh selatan, pada tahun 2023 berada pada angka 4,73 % (empat koma tujuh puluh tiga persen), dengan target dapat terus menurun menjadi 3,80 % (tiga koma delapan puluh persen) pada tahun 202,”sambungnya.
Ia menambahkan, Pembangunan daerah tahun 2025 berdasarkan pada kebijakan pembangunan sebagaimana tercantum dalam rencana pembangunan daerah (rpd) kabupaten aceh selatan tahun 2024 – 2026, mengusung tema “memantapkan laju pertumbuhan ekonomi melalui penguatan infrastruktur, sdm yang berkualitas, komoditi unggulan daerah yang inovatif, dan ekonomi kreatif”.
“Berkaitan dengan itu, pada kesempatan yang baik ini, perlu kami sampaikan bahwa kabupaten aceh selatan menjadi salah satu kabupaten terbaik di aceh, dalam percepatan penurunan stunting tahun 2023, sebagaimana penyampaian pimpinan bkkbn aceh pada kegiatan pemberdayaan kelompok masyarakat kampung kb dalam rangka percepatan penurunan stunting di aceh, pada hari senin kemarin, di banda aceh”.jelasnya
Momentum ini, kiranya dapat dimanfaatkan dengan optimal untuk mendapatkan hasil maksimal, terutama bagi skpk terkait, dengan mempersiapkan laporan bangda, komdat kesmas dinkes, dan sigap, dimulai sejak awal tahun 2024 ini.
“Untuk itu, kami mintakan agar dp3akb, bappeda, dinkes, dpmg dan skpk terkait lainnya, untuk terus mendorong agar capaian penurunan stunting dapat lebih maksimal pada tahun 2024 ini,”harapnya
“Kiranya, dengan dilaksanakannya kegiatan forum konsultasi publik ini, akan melahirkan solusi melalui sumbangsih pemikiran kita bersama, untuk menyelesaikan berbagai permasalahan pembangunan yang dihadapi, agar cita-cita pembangunan yang kita harapkan dapat tercapai,”katanya.












