Satu Klik, Sejuta Dampak: Kapolri Dorong Mahasiswa UMSU Bijak Bermedia Digital

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si

LENSAPOST.NET— Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. mendorong mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) untuk menjadi generasi yang adaptif, berintegritas, produktif, dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak.

Pesan itu disampaikan Kapolri dalam kuliah umum kepada mahasiswa baru UMSU dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 yang mengangkat tema “Satu Klik, Sejuta Dampak.”

Kapolri mengatakan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan berlangsung sangat cepat. Perubahan tersebut, menurutnya, menghadirkan tantangan baru sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk menciptakan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Karena itu, mahasiswa didorong menjadi pembelajar sepanjang hayat dengan terus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan beradaptasi. Penguasaan teknologi, kata Kapolri, perlu dibarengi karakter, integritas, keberanian berkarya, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Kapolri juga menyoroti tantangan di ruang digital Indonesia. Tingginya penggunaan media sosial belum sepenuhnya diimbangi literasi digital yang memadai sehingga masyarakat rentan terhadap hoaks, disinformasi, pencurian data, deepfake, phishing, dan berbagai bentuk kejahatan siber.

Dalam situasi tersebut, pemuda dinilai memiliki posisi strategis untuk ikut menjaga ruang digital. Mahasiswa diharapkan mampu menangkal hoaks dan provokasi, menjaga kerukunan, serta menjadi pelopor keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus perekat persatuan.

Peran mahasiswa juga tidak sebatas di ruang digital. Di kampus, mereka didorong menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, membangun budaya akademik yang sehat, serta mengembangkan kompetensi dan prestasi.

Sementara di tengah masyarakat, pemuda diharapkan menjadi agen perubahan dengan mendukung pembangunan sesuai bidang keilmuan, mendorong kemajuan masyarakat, dan mengembangkan kewirausahaan yang mampu menciptakan lapangan kerja.

Kapolri mengaitkan peran strategis generasi muda dengan momentum bonus demografi Indonesia pada 2030–2035. Pendidikan berkualitas, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan keterampilan menjadi faktor penting agar bonus demografi dapat dioptimalkan.

Mahasiswa, kata Kapolri, tidak hanya dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga menjadi calon pemimpin yang mampu menghadapi perubahan.

“Tahun 2045 merupakan panggung pembuktian bagi kalian dalam memimpin Indonesia,” ujar Kapolri.

Menurutnya, masa depan Indonesia dipersiapkan sejak sekarang melalui pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, penguasaan teknologi, kolaborasi, dan keberanian generasi muda untuk mengambil peran.

Dengan bekal akademik, karakter, integritas, kemampuan beradaptasi, serta pemanfaatan teknologi secara produktif, mahasiswa diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.