LENSAPOST.NET– Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) menggelar pembinaan komunitas dampingan bertema “Anak Aman, Digital Sehat, Lingkungan Bermartabat” bersama Konselor Teman Sebaya (KTS) SMA Negeri 5 Banda Aceh, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Multimedia SMA Negeri 5 Banda Aceh tersebut diikuti 30 peserta, terdiri atas siswa yang pernah menjadi korban bullying, siswa yang terindikasi melakukan bullying, serta anggota KTS.
Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi PSGA bersama KTS SMA Negeri 5 Banda Aceh, Muhammad Yahya, S.Pd., Gr., dan Tim Bimbingan dan Konseling (BK) sekolah.
Ketua PSGA, Muslimah, S.Ag., M.Ed., menjadi pemateri dengan materi yang berfokus pada penguatan perlindungan anak, literasi digital, serta pencegahan bullying dan kekerasan seksual.
Dalam pemaparannya, Muslimah menekankan pentingnya remaja memahami hak untuk merasa aman, menjaga batasan diri, menggunakan media digital secara bijak, serta berani mencari bantuan ketika menghadapi situasi yang tidak aman.
Koordinator BK SMA Negeri 5 Banda Aceh, Muhammad Yahya, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memperkuat peran KTS sekaligus membangun lingkungan pendidikan yang aman dan suportif.
“KTS hadir sebagai teman yang mendengarkan dan menguatkan, tetapi tetap harus memahami batas peran dan mengetahui kapan perlu merujuk persoalan kepada Guru BK,” ujar Yahya.
Sementara itu, Duta Konselor Teman Sebaya, Qori Nacita Az Zahra, menyebut kegiatan tersebut memberikan pemahaman penting mengenai batas peran seorang konselor sebaya.
“Kami belajar untuk mendengarkan tanpa menghakimi, memberikan dukungan, dan mengarahkan teman kepada pihak yang tepat ketika membutuhkan bantuan,” kata Qori.
PSGA bersama Tim BK SMA Negeri 5 Banda Aceh berharap kegiatan tersebut dapat mendorong peserta menjadi bagian dari terciptanya lingkungan sekolah yang aman, peduli, bebas bullying, serta sehat dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi digital.












