LENSAPOST.NET – Seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama Aceh (STISNU Aceh), Zikrillah, mendapat kepercayaan menjadi imam salat Tarawih di salah satu surau di Kedah, Malaysia, pada bulan Ramadan tahun ini.
Zikrillah tampil memimpin jamaah dengan penuh kekhusyukan dan ketenangan. Dengan balutan jubah putih dan peci, ia berdiri di hadapan jamaah, melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan tartil dan suara yang merdu. Kehadirannya pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat yang antusias mengikuti rangkaian ibadah Ramadan.
Kepercayaan yang diberikan kepada mahasiswa asal Aceh tersebut menjadi bukti kualitas pendidikan keislaman yang ditempuh di STISNU Aceh. Selain itu, momentum ini turut mempererat ukhuwah Islamiyah antara Indonesia dan Malaysia, khususnya dalam bidang dakwah dan penguatan syiar Islam di kawasan Asia Tenggara.
“Ini adalah amanah sekaligus kehormatan. Semoga dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi jamaah,” ujar Zikrillah usai memimpin salat Tarawih.
Pengalaman menjadi imam di luar negeri menjadi catatan berharga dalam perjalanan akademik dan pengabdian Zikrillah sebagai mahasiswa. Peran mahasiswa Indonesia sebagai imam Tarawih di mancanegara menunjukkan bahwa generasi muda santri tidak hanya unggul dalam bidang keilmuan, tetapi juga mampu tampil percaya diri membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin di kancah internasional.













