Kementerian ESDM Kaji Diskon Listrik Daerah Terdampak Bencana

Petugas PT PLN memperbaiki jaringan listrik yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di jalan lintas Bireuen-Takengon, Bireuen, Aceh, Rabu (3/12/2025). Foto: Dok.PT PLN

LENSAPOST.NET – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pihaknya sedang mengkaji pemberian diskon tarif listrik untuk daerah-daerah yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor, yakni Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.

“Prinsipnya Kementerian ESDM akan memberikan diskon, namun kami lagi mengkaji berapa bulan dan biayanya berapa,” ujar Bahlil melalui keterangan resmi, dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2025 yang digelar di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Menurut Bahlil, pemberian diskon listrik tersebut merupakan respons terhadap surat permohonan diskon listrik yang diajukan oleh kepala daerah dari wilayah terdampak bencana.

Bahlil juga memastikan akan melapor kebijakan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto, sebelum mengeksekusinya.

“Karena pasti Bapak Presiden juga sudah memberikan kepada kami untuk hadir dalam melihat persoalan-persoalan yang dihadapi oleh rakyat kita,” ujar Bahlil.

Terkait dengan perbaikan infrastruktur kelistrikan, Bahlil mengatakan terdapat kurang lebih 150 desa yang harus dituntaskan infrastrukturnya.

“Kami kirim seribu genset kepada saudara-saudara kita di sana, karena masih ada infrastruktur darat tegangan rendah yang belum selesai. Masih ada kurang lebih sekitar 150 desa yang harus kita selesaikan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menyampaikan sektor ESDM sudah melakukan perbaikan pelayanan di lokasi-lokasi yang terdampak bencana, seperti layanan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG.

“Memang di sana masih ada beberapa infrastruktur di dua kabupaten atau tiga kabupaten yang masih butuh usaha yang sangat besar sekali,” ujarnya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyalurkan sejumlah 1.000 unit generator set (genset) berkapasitas 5.000 hingga 7.000 volt ampere (VA) ke 224 desa terdampak dan belum teraliri listrik di Aceh.

Selain 1.000 unit genset, Kementerian ESDM juga melengkapi bantuan dengan paket pendukung berupa 100 meter kabel NYM 2×2,5 mm, delapan buah kontak Standar Nasional Indonesia (SNI), tujuh buah tusuk kontak SNI, stok bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 300 liter untuk kebutuhan 15 hari, serta dua buah isolasi.