LENSAPOST.NET — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menyalurkan bantuan sarana usaha perikanan tangkap kepada kelompok nelayan. Bantuan tersebut berupa 27 unit jala lempar dan 30 unit mesin Honda GX 160.
Penyaluran bantuan berlangsung di Komplek Cemara Indah, Gampong Padang Baru, Kecamatan Susoh, Kamis (24/9/2026).
Kepala Dinas Pangan Kelautan dan Perikanan Abdya, Hamdani, mengatakan bantuan jala lempar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) 2026. Sementara 30 unit mesin Honda GX 160 bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2026.
“Bantuan hibah yang diberikan kepada nelayan ini sesuai dengan janji Pak Bupati pada saat kampanye dulu,” kata Hamdani.
Ia berharap seluruh bantuan dimanfaatkan sesuai peruntukannya dan tidak diperjualbelikan sehingga dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan nelayan.
Penyaluran bantuan turut didampingi Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Baizar, serta disaksikan Panglima Laot Abdya, T. Indra Kusuma, dan sejumlah perwakilan kelompok nelayan penerima.
Ketua Kelompok Usaha Bersama Berkah Tamita, Ali Hasyimi, mengatakan bantuan jala lempar dinilai sesuai dengan kebutuhan nelayan darat di Gampong Kaye Aceh, Kecamatan Lembah Sabil.
Menurut dia, lokasi permukiman warga yang berada di sekitar sungai membuat jala lempar dapat menjadi alternatif alat tangkap, terutama di tengah tingginya harga ikan laut.
“Jala lempar merupakan alat tangkap yang legal, selain itu juga dapat menjaga kelestarian sungai,” ujarnya.
Ali mengatakan kelompoknya mengajukan bantuan tersebut agar nelayan dapat memperoleh alat tangkap tanpa harus mengeluarkan biaya yang cukup besar. Ia berharap penerima menggunakan bantuan untuk menangkap ikan dan tidak menjualnya kembali.
Salah seorang penerima bantuan, Abdul Halim (55), mengaku terbantu dengan bantuan tersebut. Ia mengatakan harga jala lempar di pasaran berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta per unit.
Menurut Abdul, hasil tangkapan ikan di sungai wilayah Lembah Sabil cukup menjanjikan dan memiliki nilai jual. Kondisi itu dinilai dapat membantu meningkatkan pendapatan warga yang tinggal di sekitar aliran sungai.
Panglima Laot Abdya, T. Indra Kusuma, mengapresiasi perhatian pemerintah daerah terhadap kelompok nelayan. Ia berharap bantuan serupa dapat diberikan kepada nelayan pukat darat pada tahun mendatang.
“Tentunya kita sangat berterima kasih kepada pemerintah dan kita juga berharap tahun depan ada perhatian pemerintah untuk Nelayan Pukat Darat. Karena mereka ini para nelayan yang sudah lanjut usia, dan tidak lagi terkontaminasi dengan politik,” ujarnya.[]












