Bayi Gajah Sumatera Mati di Aceh Timur, Ini Kata BKSDA

Bayi gajah sumatera ditemukan tak bernyawa di tanah berlumpur kawasan eks HGU PT Atakana Kompeni, Desa Semanah Jaya, Ranto Peureulak, Aceh Timur, Jumat (14/8/2026). [Foto: Istimewa]

LENSAPOST.NET – Satu individu gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) ditemukan mati di kawasan eks Hak Guna Usaha (HGU) PT Atakana Company di Gampong Seumanah Jaya, Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Jum’at (14/8/2026).

Penemuan tersebut pertama kali disampaikan oleh warga setempat, Amir Hamzah yang akrab disapa Aneuk Syuhada. Dari foto yang diterima terlihat, gajah yang masih berukuran sangat kecil itu terperosok di area tanah berlumpur yang mirip dengan bekas jejak induknya.

Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Ujang Wisnu Barata, S.Hut,. M.Sc., M.Si, saat dihubungi mengatakan bahwa berdasarkan informasi dari tim di lapangan, gajah tersebut meninggal setelah dilahirkan oleh induknya.

“Meninggalnya tidak lama setelah dilahirkan. Sayangnya, tidak selamat,” kata Ujang, Jum’at (14/8) malam.

Kasus kematian bayi gajah ini menambah deretan panjang kasus kematian gajah di Aceh. Selama Agustus 2026, total sudah ada tiga gajah yang mati, setelah sebelumnya di Aceh Tamiang dan di Pusat Pelatihan Gajah Saree, Aceh Besar.

Hal ini semakin menambah kekhawatiran terhadap tren populasi gajah sumatera yang terus menurun. Populasi gajah sumatera di Aceh diperkirakan hanya berkisar sekitar 500 individu.

Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh mencatat dalam empat tahun terakhir ini, setidaknya ada 24 kasus kematian gajah yang terjadi di seluruh Aceh, termasuk akibat perburuan dan konflik dengan manusia. (ZA)