Petani Aceh Besar Desak Pemerintah Bangun Fasilitas Pengering Gabah

LENSAPOST.NET— Petani padi di Kabupaten Aceh Besar mendesak pemerintah daerah segera membangun fasilitas pengering gabah di sejumlah titik. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk membantu petani menghadapi musim hujan ketika kadar air gabah hasil panen masih tinggi sehingga sulit disimpan dan berisiko mengalami kerusakan.

Ketua Kelompok Tani Blang Bintang Sejahtera, H. Zuhaimi Agam, SE, mengatakan petani kerap terpaksa menjual gabah segera setelah panen karena tidak memiliki fasilitas pengeringan dan tempat penyimpanan yang memadai.

“Pada musim hujan, harga gabah bisa turun drastis. Bahkan, ada gabah yang tidak laku dijual karena kualitasnya menurun. Kalau pun ada yang membeli, harganya sangat murah,” kata Zuhaimi kepada wartawan baru-baru ini.

Menurut dia, pemerintah perlu membangun fasilitas pengering gabah di beberapa wilayah Aceh Besar agar petani dapat mengeringkan dan menyimpan hasil panen dengan lebih baik.

Ia menilai, keberadaan fasilitas tersebut dapat membantu petani menjaga kualitas gabah sekaligus mengurangi kerugian akibat penurunan harga saat panen raya atau ketika cuaca tidak mendukung.

Keluhan serupa disampaikan Hamzah, salah seorang petani di kawasan Montasik. Ia mengaku hasil panen kali ini terpaksa dijual dalam kondisi basah karena tidak tersedia fasilitas pengeringan di wilayahnya.

“Setelah panen kali ini, untuk memenuhi kebutuhan makan sendiri pun gabah kami sudah tidak ada lagi karena semuanya terpaksa dijual. Alhamdulillah, sekarang gabah masih dibeli dengan harga tinggi. Namun, kalau bisa dikeringkan dan disimpan selama dua bulan, harganya berpotensi lebih dari Rp9.000 per kilogram,” ujar Hamzah, merujuk pada pengalamannya pada tahun sebelumnya.

Hamzah berharap pemerintah tidak hanya memberikan bantuan kepada petani dalam bentuk sarana produksi, tetapi juga menyediakan infrastruktur pascapanen yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Ia juga menyinggung pernyataan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengenai dukungan pemerintah terhadap kebutuhan sarana dan prasarana pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat swasembada pangan.

Menurut Hamzah, dukungan tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui penyediaan fasilitas pengering gabah yang mudah diakses petani, khususnya di daerah sentra produksi padi.

Para petani berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Besar bersama instansi terkait segera meninjau kebutuhan fasilitas pengeringan di lapangan. Dengan tersedianya sarana pascapanen, petani diharapkan tidak lagi terpaksa menjual gabah dalam kondisi basah dengan harga rendah, terutama saat musim hujan.