LENSAPOST.NET — Provinsi Aceh mengalami inflasi tahunan sebesar 5,03 persen pada September 2026.
Kenaikan tersebut menunjukkan harga barang dan jasa secara umum meningkat rata-rata 5,03 persen dibandingkan September 2025. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Agus Andria, menyampaikan perkembangan tersebut dalam rilis indikator ekonomi Aceh.
Secara bulanan, Aceh juga mengalami inflasi sebesar 0,36 persen dibandingkan Agustus 2026. Kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulanan adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 0,30 persen.
Agus menjelaskan, sejumlah komoditas menjadi penyumbang inflasi bulanan, antara lain cabai merah, daging ayam ras, cabai hijau, ikan tuna, semangka, dan telur ayam ras. Sementara itu, komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi antara lain tomat, ikan kembung, ikan bandeng, ikan dencis, dan beras.
Untuk inflasi tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar, yakni 1,92 persen. Komoditas yang menjadi penyumbang utama antara lain beras, daging ayam ras, Sigaret Kretek Mesin (SKM), tomat, minyak goreng, Sigaret Kretek Tangan (SKT), ikan tuna, dan ikan tongkol.
BPS mencatat terdapat lima daerah penghitungan inflasi di Aceh, yakni Banda Aceh, Lhokseumawe, Meulaboh, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang. Pada September 2026, inflasi tahunan tertinggi terjadi di Aceh Tengah sebesar 5,86 persen, sedangkan terendah di Meulaboh sebesar 3,61 persen.











