Banda Aceh Colossal Telan Rp2 Miliar, Publik Tagih Rincian Anggaran

Banda Aceh Colossal

LENSAPOST.NET— Penggunaan anggaran Rp2 miliar untuk penyelenggaraan Banda Aceh Colossal Coffee Experience (BACCE) 2026 pada Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh menuai sorotan dari Aliansi Pemuda Peduli Rakyat (APPR).

Ketua APPR Muhammad Raihan meminta Pemerintah Kota Banda Aceh membuka informasi secara transparan terkait perencanaan, pengadaan, penggunaan anggaran hingga manfaat kegiatan tersebut bagi masyarakat.

Menurut Raihan, kegiatan pariwisata bukan persoalan yang dipermasalahkan. Namun, penggunaan anggaran daerah dalam jumlah besar harus disertai penjelasan mengenai tujuan, rincian pembiayaan, serta manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

“Kami tidak mempersoalkan kegiatan pariwisata, tetapi penggunaan uang rakyat dalam jumlah besar wajib disertai penjelasan yang terbuka mengenai tujuan, rincian biaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Raihan.

Ia menilai keterbukaan anggaran penting karena pemerintah daerah juga memiliki berbagai kebutuhan lain yang berkaitan langsung dengan masyarakat, seperti pemberdayaan ekonomi, pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, pelayanan publik, dan pemenuhan kebutuhan dasar.

“Persoalan di Kota Banda Aceh masih sangat banyak yang lebih urgent daripada menghambur-hamburkan uang dalam jumlah besar yang tidak tepat sasaran tersebut,” tegasnya.

Karena itu, APPR mendesak Pemerintah Kota Banda Aceh menjelaskan sumber anggaran, dasar perencanaan, tujuan kegiatan, rincian belanja, serta manfaat yang ditargetkan dari penyelenggaraan BACCE 2026.

APPR juga meminta pemerintah membuka dokumen pengadaan dan menjelaskan mekanisme penetapan pelaksana kegiatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Setiap rupiah anggaran daerah harus dikelola secara transparan, efisien, dan memberikan manfaat yang jelas bagi masyarakat,” kata Raihan.

Ketua Aliansi Pemuda Peduli Rakyat (APPR) , Muhammad Raihan

“Anggaran publik bukan milik segelintir pihak. Masyarakat berhak tahu, mengawasi, dan meminta pertanggungjawaban,” lanjutnya.

Data Pengadaan Rp2 Miliar

Berdasarkan penelusuran LensaPost pada data pengadaan pemerintah, paket tersebut tercatat dengan nama Belanja Jasa Penyelenggaraan Acara – Banda Aceh Colossal pada Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh.

Paket tersebut merupakan pengadaan Jasa Lainnya dengan pagu dan HPS masing-masing sebesar Rp2 miliar.

Dalam proses tender, tercatat 13 peserta. CV Aceh Kreatif Media ditetapkan sebagai pemenang dengan harga penawaran Rp1.972.096.013,25.

Setelah proses evaluasi dan negosiasi, harga tercatat sebesar Rp1.970.786.013,45.

Sementara itu, peserta lainnya yang tercatat dalam proses pengadaan antara lain CV BOSMAN PRO SOLUTION, PT Stars Yudhatama Indonesia, PT Expando Selaras Utama, CV Atifa, PT Citra Solusi Konvensindo, PT Barokah Ibu Pratama, PT Solindo Duta Praga, PT Generasi Unggul Amanah, CV Panglima Niaga, Inspirasi Kreasi Nusa, CV Boska Entertainment, serta PT Airputih Abhimantra Media.

Dalam uraian singkat pekerjaan, Banda Aceh Colossal Coffee Experience 2026 disebut bertujuan memperkuat posisi Banda Aceh sebagai destinasi wisata kopi dan budaya.

Kegiatan tersebut dirancang untuk menarik wisatawan dari dalam maupun luar negeri, memperkenalkan kopi Aceh dan budaya ngopi, serta meningkatkan pendapatan UMKM, pelaku industri kopi, dan sektor pariwisata.

Event itu juga disebut sebagai ruang kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat, dengan target berkembang menjadi agenda tahunan unggulan atau hallmark event Kota Banda Aceh yang dikenal secara nasional hingga internasional.

Banda Aceh Colossal Coffee Experience (BACCE) 2026 dijadwalkan berlangsung pada 18-20 September 2026 di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh. []