Mangkrak Satu Dekade, Pembangunan Pasar Modern Blangpidie Dilanjutkan

Pembangunan Pasar Modern Blangpidie di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang mangkrak hampir satu dekade

LENSAPOST.NET — Pembangunan Pasar Modern Blangpidie di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang mangkrak hampir satu dekade direncanakan kembali dilanjutkan. Proyek tersebut ditargetkan dikerjakan selama 2026–2027 dengan total anggaran mencapai Rp44 miliar.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Abdya, Rahwadi, melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Azmi Kamal, mengatakan proses tender pembangunan pasar saat ini telah memasuki tahap klarifikasi dan negosiasi antara perusahaan dengan kelompok kerja pemilihan.

Dari 14 perusahaan yang sebelumnya mendaftar, hanya dua perusahaan yang memasukkan penawaran.

“Rencananya akhir Agustus ini perusahaan pemenang sudah menandatangani kontrak,” kata Azmi saat ditemui wartawan di kawasan Jalan Dua Jalur Bukit Hijau, Blangpidie, Sabtu (22/8/2026).

Pemerintah menargetkan pembangunan Pasar Modern Blangpidie dapat rampung 100 persen dalam dua tahun anggaran. Adapun waktu pelaksanaan fisik proyek direncanakan selama 16 bulan sejak kontrak ditandatangani.

“Kita berharap pasar modern bisa selesai 100 persen selama dua tahun ini. Ini sesuai dengan kesepakatan atau MoU antara pemerintah dan DPRK,” ujarnya.

Menurut Azmi, struktur bangunan lama yang tersisa masih dapat digunakan berdasarkan hasil uji struktur yang dilakukan tim ahli Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh.

Namun, sejumlah bagian bangunan tetap akan diperbaiki, termasuk tiang yang besinya diduga hilang akibat pencurian.

“Tiang itu nantinya dipotong sekitar 60 sentimeter di bagian atas agar bisa disambungkan kembali dengan besi,” katanya.

Pasar Modern Blangpidie nantinya dirancang menjadi pusat perdagangan yang menampung penjualan ikan dan daging, sayur dan buah, rempah-rempah, serta kebutuhan sembako. Sejumlah fasilitas pendukung juga direncanakan dibangun.

Pembangunan pasar tersebut pertama kali ditandai dengan peletakan batu pertama pada 14 Maret 2016 oleh Bupati Aceh Barat Daya saat itu, Jufri Hasanuddin. Proyek yang semula ditargetkan selesai dalam dua tahun kemudian terhenti pada 2017 dan terbengkalai selama bertahun-tahun.

“Sekarang kita berupaya melanjutkan pembangunan yang tertunda agar pasar ini benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat,” kata Azmi.

Sementara itu, Koordinator Komunitas Bisnis Andalan Rakyat (KOBAR) Abdya, Elizar Lizam atau Adun, menyatakan dukungannya terhadap kelanjutan pembangunan Pasar Modern Blangpidie.

Menurutnya, Blangpidie membutuhkan pasar yang representatif seiring pertumbuhan kota dan tingginya biaya sewa ruko atau toko bagi pelaku usaha.

Ia juga mengusulkan agar lantai atas bangunan nantinya dapat dimanfaatkan sebagai aula pertemuan yang representatif.

“Kami dari KOBAR sangat mendukung kelanjutan pembangunan pasar modern ini karena pada akhirnya harus benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan pelaku UMKM,” kata Adun.