LENSAPOST.NET— Majelis Pengurus Daerah (MPD) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Kota Banda Aceh dipercaya menjadi tuan rumah sekaligus Panitia Pelaksana Musyawarah Wilayah (Muswil) ICMI Aceh 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026.
Kesepakatan tersebut merupakan hasil koordinasi antara Panitia Pelaksana dan Panitia Pengarah Muswil ICMI Aceh. Ketua MPD ICMI Kota Banda Aceh, Iskandar Nurdin, didampingi Saifuddin Malik, mengatakan persiapan kegiatan terus dimatangkan.
“Insya Allah Muswil ICMI Aceh akan dilaksanakan pada 12 September 2026 di Azana Oasis Hotel Banda Aceh. Persiapan teknis saat ini telah mencapai sekitar 80 persen,” ujar Iskandar.
Menurutnya, rencana penyelenggaraan Muswil juga telah disampaikan kepada Wali Kota Banda Aceh dan mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kota Banda Aceh.
Muswil ICMI Aceh 2026 mengusung tema “Strategi Meningkatkan Kemajuan Ekonomi Aceh Menuju Indonesia Emas 2045.” Forum ini diharapkan menjadi ruang konsolidasi organisasi sekaligus wadah melahirkan gagasan dan rekomendasi strategis bagi pembangunan Aceh.
Sekretaris MPW ICMI Aceh sekaligus Panitia Pengarah, Prof. Rajuddin, mengatakan sebagian besar materi dan substansi Muswil telah dipersiapkan. Sejumlah narasumber juga telah dihubungi untuk mengisi seminar dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Di antaranya Prof. Teuku Abdullah Sanny dari Pengurus Pusat ICMI sekaligus Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), serta Prof. Apridar, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (USK).
“Kita berharap Muswil ini menghasilkan gagasan yang konkret dan relevan bagi kemajuan Aceh,” kata Prof. Rajuddin.
Sementara Ketua MPW ICMI Aceh, Dr. Taqwaddin, optimistis kolaborasi Panitia Pengarah dan Panitia Pelaksana mampu menyukseskan kegiatan tersebut.
“Saya percaya pada kepiawaian dan profesionalitas Panitia Pengarah dan Panitia Pelaksana. Insya Allah Muswil ICMI Aceh akan sukses,” ujar Taqwaddin usai pertemuan koordinasi di Banda Aceh, Sabtu (22/8/2026).
Muswil ICMI Aceh diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, kemandirian ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta peran Aceh dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.












