Umum  

Usai Pesta Kemerdekaan, “Laskar Hijau” Pastikan Kota Blangpidie Kembali Bersih

LENSAPOST.NET — Riuh perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) belum sepenuhnya usai ketika puluhan petugas kebersihan mulai bergerak.

Saat warga meninggalkan lokasi perayaan, para petugas yang tergabung dalam “Laskar Hijau” Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Abdya justru baru memulai tugasnya. Dengan sapu, alat kebersihan, dan armada pengangkut sampah, mereka menyisir sejumlah kawasan yang sebelumnya dipadati masyarakat.

Bagi para petugas ini, kemeriahan pesta kemerdekaan memiliki konsekuensi tersendiri. Sampah plastik, sisa makanan, kemasan minuman, hingga berbagai jenis sampah lainnya berserakan setelah rangkaian kegiatan berakhir.

Namun, kondisi tersebut tidak dibiarkan berlarut. Satu per satu sampah dikumpulkan, disapu, kemudian diangkut menggunakan armada yang telah disiagakan DLH Abdya.

Tagline Pantang Pulang Sebelum Bersih” menjadi semangat yang terus dibawa para petugas dalam menjalankan tugasnya.

Lapangan Persada Blangpidie menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian. Setelah digunakan untuk pelaksanaan upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 RI, kawasan tersebut kembali disisir untuk memastikan tidak ada sampah yang mengganggu kenyamanan masyarakat.

Tak hanya di Lapangan Persada, Laskar Hijau juga bergerak ke jantung Kota Blangpidie. Kawasan yang menjadi jalur pawai kebudayaan dan karnaval dibersihkan setelah dipadati warga.

Begitu pula kawasan Jalan Dua Jalur Kantor Bupati Abdya yang menjadi lokasi lomba mewarnai. Setelah kegiatan berakhir, petugas langsung turun tangan mengembalikan kebersihan kawasan tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Abdya, Armayadi, S.T., mengatakan pembersihan dilakukan secara serentak di sejumlah titik agar fasilitas publik dan pusat kota dapat kembali bersih serta nyaman digunakan masyarakat.

“Peringatan HUT RI ke-81 di Abdya berlangsung sangat meriah dengan antusiasme warga yang tinggi. Konsekuensinya, volume sampah plastik dan sisa makanan meningkat drastis di lokasi acara. Karena itu, tim Laskar Hijau langsung kami terjunkan begitu agenda selesai agar tidak ada sampah yang menumpuk,” ujar Armayadi di sela-sela memantau kegiatan pembersihan.

Menurutnya, kebersihan kawasan publik menjadi bagian penting setelah sebuah kegiatan besar digelar. Semakin ramai sebuah kegiatan, semakin besar pula kebutuhan terhadap penanganan sampah.

Sementara itu, Kasi Persampahan DLH Abdya, Hunaifi, menyebutkan puluhan personel dikerahkan dengan dukungan armada pengangkut sampah yang telah ditempatkan di sejumlah titik strategis.

“Kami membagi tim ke beberapa fokus area, mulai dari Lapangan Persada, rute karnaval di pusat kota, hingga kawasan kantor bupati. Target kami, begitu rangkaian kegiatan usai, seluruh lokasi utama kembali resik dalam waktu singkat,” katanya.

Di tengah hiruk-pikuk perayaan kemerdekaan, pekerjaan para petugas kebersihan mungkin luput dari perhatian. Ketika sebagian masyarakat telah kembali ke rumah masing-masing, mereka masih berjibaku memastikan ruang publik kembali nyaman.

Sampah yang sebelumnya berserakan perlahan menghilang. Jalanan kembali bersih, kawasan pusat kota kembali tertata, dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung tanpa terganggu sisa-sisa perayaan.

Pihak DLH Abdya pun mengajak masyarakat untuk ikut mengambil bagian dalam menjaga kebersihan. Warga diimbau tidak membuang sampah sembarangan, terutama ketika menghadiri kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Sebab, menjaga kebersihan kota bukan hanya menjadi tugas petugas kebersihan. Di balik setiap kota yang bersih, ada kesadaran bersama untuk tidak meninggalkan sampah begitu saja.

Dan bagi “Laskar Hijau” DLH Abdya, tugas itu baru benar-benar selesai ketika satu pesan sederhana dapat diwujudkan: pantang pulang sebelum bersih.