Karhutla di Aceh Barat Capai 20,5 Hektare, Api Masih Menjalar di Sejumlah Titik

LENSAPOST.NET – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Aceh Barat sejak pertengahan Juli 2026 terus meluas. Hingga Minggu (2/8/2026) malam, total luasan lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 20,5 hektare dan masih dalam proses penanganan di sejumlah titik.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), kebakaran mulai terdeteksi sejak Jumat, 17 Juli 2026 di beberapa kecamatan, yakni Meureubo, Johan Pahlawan, Samatiga, Woyla Barat, Bubon, dan Arongan Lambalek.

Adapun sebaran lokasi terdampak meliputi Gampong Gunong Kleng dan Ujong Tanoh Darat di Kecamatan Meureubo, Gampong Lapang dan Leuhan di Johan Pahlawan, serta Cot Seumeureung dan Paya Lumpat di Samatiga. Selain itu, kebakaran juga terjadi di Blang Luah (Woyla Barat), Peulante (Bubon), dan Keub (Arongan Lambalek).

Dari data sementara, luas lahan terbakar terbesar berada di Gampong Leuhan dengan sekitar 4 hektare, disusul Cot Seumeureung sekitar 4 hektare, serta Paya Lumpat sekitar 3,5 hektare. Hingga kini, tidak terdapat korban jiwa maupun warga terdampak dan pengungsi akibat kejadian tersebut.

Meski demikian, upaya pemadaman masih terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan. Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari pemadaman langsung di lapangan, penyekatan area, hingga pemantauan menggunakan drone termal oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendeteksi titik panas.

Selain itu, penanganan juga diperkuat melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna membantu proses pemadaman dari udara, termasuk rencana water bombing di titik-titik yang sulit dijangkau.

Pada Minggu (2/8), tim gabungan melakukan penanganan di lima titik sekaligus, yakni di kawasan Jalan Putroe Ijo, Jalan Ujong Beurasok, Ujong Tanoh Darat ADB (depan Universitas Teuku Umar), Blang Luah/Keub, serta Peulante, Kecamatan Bubon.

BPBA menyebutkan, kondisi terkini menunjukkan masih adanya penanganan di wilayah Kecamatan Johan Pahlawan, Samatiga, dan Bubon. Bahkan, terjadi penambahan titik kebakaran baru di kawasan Putroe Ijo, Leuhan, dan Ujong Tanoh Darat akibat bara api yang menjalar di bawah permukaan tanah.

“Api masih berpotensi meluas karena adanya bara di bawah tanah yang sulit dipadamkan secara menyeluruh,” demikian laporan Pusdalops PB BPBD Aceh Barat.

Penanganan karhutla ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Aceh Barat, pemadam kebakaran dari beberapa pos, TNI, Polri, masyarakat, serta relawan dari Universitas Teuku Umar.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.