LENSAPOST.NET – Suara tawa anak-anak berpadu dengan lantunan cerita memenuhi Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Minggu (26/7/2026). Ratusan anak bersama orang tua tampak antusias mengikuti kegiatan membaca nyaring dan mendongeng dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026.
Mengusung tema “Tumbuh Bersama Buku: Menanamkan Value, Self-help, dan Spiritual sejak Dini”, kegiatan ini merupakan kolaborasi Read Aloud Anak Banda Aceh bersama Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Baca Aneuk Nanggroe (RUMAN) Aceh, dengan dukungan sejumlah komunitas literasi.
Bunda PAUD sekaligus Bunda Literasi Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, turut hadir membacakan cerita secara nyaring kepada anak-anak usia 3 hingga 8 tahun. Suasana semakin semarak saat pendongeng Aceh, Agus Agandi, mengajak peserta berinteraksi melalui cerita dan permainan edukatif.
Ketua Read Aloud Anak Banda Aceh, Nurul Hajni, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan budaya membaca sejak usia dini sekaligus menanamkan nilai-nilai kehidupan, kemandirian, dan kecerdasan spiritual melalui buku.
“Kami juga mengajak ayah dan ibu untuk terus hadir mendampingi buah hati. Membacakan buku secara rutin dalam suasana yang menyenangkan merupakan salah satu bentuk kehadiran orang tua bagi anak,” ujarnya.
Menurut Nurul, kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkenalkan literasi dasar, tetapi juga membangun kecintaan anak terhadap buku sebagai bekal menuju generasi Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Pendiri dan Pembina TBM RUMAN Aceh, Ahmad Arif, menyebut kegiatan berlangsung di samping lapak wisata buku gratis MIBARA (Minggu Baca Rame-rame) yang rutin digelar setiap Minggu di Blang Padang sejak 2014.
Ia menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai upaya memperkuat budaya literasi di ruang publik. “Momen Hari Anak Nasional tahun ini menjadi lebih istimewa dengan adanya kolaborasi ini. Ke depan, kami merencanakan kegiatan serupa dapat berlangsung rutin setiap bulan di kawasan MIBARA,” katanya.
Arif menambahkan, selama ini RUMAN Aceh berfokus memperluas akses masyarakat terhadap bacaan cetak gratis sebagai fondasi literasi dasar.
Sepanjang kegiatan, anak-anak tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Mereka duduk melingkar mendengarkan cerita, sesekali menjawab pertanyaan dari pendongeng, serta menunjukkan ekspresi gembira.
Seusai sesi membaca nyaring, para peserta bersama relawan dan orang tua membubuhkan cap tangan berwarna pada sebuah spanduk sebagai simbol komitmen bersama dalam membangun budaya literasi sejak dini.
Kegiatan yang digelar secara gratis ini juga menjadi ruang interaksi antara anak dan orang tua melalui aktivitas membaca bersama, sekaligus mengajak masyarakat menjadikan buku sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. (*)












