Video Amien Rais Aneh dan Sarat Tudingan tak Mendasar

Analis Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio (Hensa). (Foto: Dok. Antara)

LENSAPOST.NET – Analis Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio atau yang akrab disapa Hensa mengaku meragukan keaslian dan substansi pernyataan dalam video Amien Rais yang belakangan viral di media sosial.

Diketahui, pernyataan politikus senior Amien Rais dalam sebuah video yang diunggah melalui kanal YouTube pribadinya itu menjadi viral setelah memuat tudingan terkait hubungan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya.

“Saya baru saja menonton video mirip Pak Amien Rais. Saya tonton lagi, saya tonton lagi, kok terasa aneh,” ujar Hensa dikutip dari akun media sosial TikTok pribadinya, @hendrisatrio23, di Jakarta, Sabtu (3/5/2026).

Tak Mencerminkan Sosok Amien Rais

Hensa menilai isi pernyataan yang disampaikan terkesan tidak mencerminkan sosok Amien Rais sebagai tokoh senior bangsa.

Menurutnya, gaya komunikasi dalam video tersebut mengandung tudingan yang tidak mendasar dan bernada kasar. Ia mempertanyakan apakah benar pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Amien Rais.

“Ini benar Amien Rais, tokoh reformasi, tokoh senior bangsa? Masa bicara dengan tudingan-tudingan tak mendasar seperti ini?” katanya.

Hensa juga mempertanyakan tujuan komunikasi dalam video tersebut, apakah ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto atau kepada Seskab Teddy Indra Wijaya.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini menegaskan, sebagai tokoh senior, Amien Rais semestinya memberikan contoh yang baik dan menyampaikan kritik secara konstruktif.

“Sebagai sosok senior bangsa, saya yakin sekali pak Amien Rais tidak akan seperti ini, ia akan memberikan masukan-masukan positif memberikan contoh yang baik,” kata Hensa.

Konten Provokatif AI

Hensa pun meyakini jika video tersebut benar adanya dan bukan hasil manipulasi kecerdasan buatan (AI), Amien Rais akan mengambil langkah klarifikasi.

“Kalau benar ini bukan AI, saya yakin Pak Amien Rais akan meminta maaf agar tidak menimbulkan kegaduhan,” ujarnya.

Di sisi lain, Hensa juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan teknologi AI untuk membuat konten provokatif yang berpotensi menimbulkan keresahan publik.

Ia turut menyoroti kondisi masyarakat saat ini yang tengah menghadapi tekanan ekonomi, sehingga menurutnya polemik semacam ini justru menambah kegaduhan yang tidak perlu.

“Kita ini sedang sama-sama pusing mencari penghidupan. Jangan ditambah dengan isu-isu liar seperti ini,” ucapnya.

Tidak Memberi Respons

Terkait sikap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Hensa menyampaikan apresiasi karena yang bersangkutan tidak memberikan respons terhadap video tersebut.

“Sudah benar untuk urusan ini ia tidak reaktif dan tidak memberikan respon apa pun terkait video Pak Amien Rais ini, karena akan melanjutkan kegaduhan yang ada ke depannya,” kata Hensa.

Menurutnya, sikap tidak reaktif tersebut justru menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi kritik, terutama jika sumbernya belum jelas.

“Memang, Amien Rais adalah tokoh nasional, dan biasanya kalau level dia, pastinya pejabat yang dikritik akan reaktif dan cenderung gaduh berdebat,” tutur Hensa.

“Nah makanya saya bilang, sudah benar untuk tidak direspons, saya apresiasi itu karena sebagai pejabat, sudah seharusnya tahu mana yang perlu direspons dan mana yang tidak,” tambah Hensa.

Sumber: inilah